Sumbawanews.com,- Cristiano Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal menjelang laga melawan Denmark dalam UEFA Nations League pada 4 Oktober 2026, setelah tidak masuk starting XI oleh pelatih Jorge Jesus. Keputusan itu memicu perdebatan sengit di kalangan publik Portugal, mengingat Ronaldo tetap menjadi pencetak gol terbanyak dan pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah tim nasional. Tanpa kehadirannya, Portugal menang 4-2 atas Denmark, dan kini bersiap menghadapi Norwegia pada Senin dini hari, 5 Oktober 2026. Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, menegaskan bahwa Ronaldo tetap menjadi simbol terbesar sepak bola dan negara Portugal, menolak agar polemik ini memecah belah tim.
Fernandes mengaku telah berbicara langsung dengan Ronaldo dan menekankan bahwa kontribusi sang legenda tidak bisa diabaikan hanya karena keputusan taktis. “Cristiano Ronaldo tidak akan pernah berhenti menjadi simbol terbesar tim nasional kita, sepak bola kita, dan negara ini,” ujarnya, menanggapi perpecahan opini di masyarakat. Ia menyerukan persatuan, menegaskan bahwa tidak ada perpecahan di ruang ganti dan bahwa seluruh pemain tetap fokus pada misi tim. “Yang terpenting adalah kita berhenti memecah belah semuanya,” tegasnya.
Pelatih Jorge Jesus, yang berusia 72 tahun, juga menolak terlibat dalam spekulasi publik. Ia menyebut Ronaldo sebagai “simbol Portugal” tetapi menegaskan bahwa pembahasan masa depan sang kapten akan dilakukan setelah laga melawan Norwegia. “Saya akan fokus pada tim dan lawan, yaitu Norwegia, salah satu dari lima tim terbaik di Eropa. Itulah masalahnya saat ini,” kata Jesus. Sementara itu, Portugal bersiap menjalani ujian berikutnya tanpa Ronaldo, sementara publik tetap terbelah antara mendukung keputusan pelatih atau menuntut kehadiran sang megabintang.
Fernandes meminta masyarakat menghormati semua pihak yang terlibat. “Cris adalah dan akan tetap menjadi ikon terbesar tim nasional kita. Dia pantas mendapatkan rasa hormat dari semua orang,” pungkasnya. Dengan kemenangan 4-2 atas Denmark dan laga mendatang melawan Norwegia, Portugal berada di persimpangan antara masa lalu yang megah dan masa depan yang sedang dibangun.















