Sumbawanews.com,- Mitchell Baker, striker berusia 19 tahun kelahiran Melbourne, Australia, mencetak lima gol dalam kemenangan telak Timnas Indonesia 9-2 atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Gol-golnya datang pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7, memastikan Indonesia finis sebagai juara grup dan menempatkan Baker dalam sejarah sepak bola Indonesia sebagai salah satu pencetak lima gol dalam satu pertandingan—hanya menyusul Soetjipto Soentoro dan Iswadi Idris.
Penampilan fenomenal Baker langsung memicu gelombang julukan dari publik dan media. Ia disebut “Haaland Indonesia” setelah debutnya pada Piala AFF 2026, ketika ia mencetak hattrick dalam kemenangan 5-1 atas Kamboja. Postur tingginya dan naluri mencari ruang di depan gawang memicu perbandingan dengan Erling Haaland, striker Manchester City dan Timnas Norwegia. Julukan “Erling Baker” pun muncul sebagai paduan nama dan gaya permainan yang dianggap mirip. Baker sendiri merespons dengan santai, bahkan menegaskan: “Haaland pun tidak mencetak gol di setiap pertandingan,” sebagai penegasan bahwa seorang penyerang tak harus selalu tajam.
Selain itu, gaya bermainnya yang lincah di kotak penalti dan kemampuan memanfaatkan peluang tak terduga membuat sejumlah netizen membandingkannya dengan legenda Italia, Filippo Inzaghi. Julukan paling unik muncul setelah satu golnya di laga melawan Bangladesh—bola memantul dari area vital sebelum masuk gawang—yang memicu sebutan “El Manuk” dari para pendukung, sebuah nama yang lebih mengacu pada momen keberuntungan daripada gaya permainan.
Sebelum laga melawan Bangladesh, Baker sempat mengalami masa senyap di dua pertandingan awal FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Singapura dan Malaysia. Namun, kebangkitannya dalam satu pertandingan itu mengubah semua keraguan menjadi pujian. Dengan sembilan gol dalam tujuh penampilan bersama Timnas Indonesia, Baker kini menjadi salah satu ancaman terbesar di lini depan tim Garuda, sekaligus simbol kebangkitan generasi muda sepak bola nasional.















