Sumbawanews.com,- Sebuah video di Instagram memperlihatkan dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang diklaim bisa dibeli hanya dengan harga Rp2.000 di pasar gelap. Akun @realmrbert dalam videonya menampilkan dokumen yang disebut sebagai KTP, data keluarga, hingga kata sandi milik sang menteri, dan menyatakan bahwa informasi itu diperoleh dari sumber tidak resmi. Ia menegaskan tindakannya bukan untuk mendiskreditkan, melainkan sebagai peringatan keras bahwa kebocoran data di Indonesia telah masif, bahkan menempatkan negara ini sebagai salah satu yang paling rentan terhadap penipuan digital. Ia juga menyoroti betapa murahnya harga data pribadi di pasaran gelap—Rp10.000 per orang mencakup foto wajah dan lokasi—sementara data Menkomdigi, yang seharusnya paling dilindungi, justru dijual jauh lebih murah. Ia mempertanyakan bagaimana nasib rakyat biasa yang terus menjadi sasaran penipuan, karena pelaku justru sudah menguasai data pribadi mereka secara detail.















