Sumbawanews.com,- Ethiopia memerintahkan 10 diplomat Eritrea meninggalkan wilayahnya pada 1 Oktober 2026, sekaligus menutup kedutaan besarnya di Asmara, sebagai respons atas dugaan keterlibatan Eritrea dalam mendanai kelompok pemberontak di Tigray. Langkah ini memperuncing ketegangan antara kedua negara tetangga, yang sudah memanas menyusul serangkaian ledakan di Addis Ababa dan pertempuran berkelanjutan di wilayah utara. Kementerian Luar Negeri Ethiopia menyatakan para diplomat tersebut terlibat dalam kegiatan yang secara langsung mengancam keamanan nasional, dan diberi waktu 48 jam untuk meninggalkan negara. Eritrea merespons dengan menyebut keputusan Ethiopia “mengejutkan” dan memutus seluruh hubungan diplomatik dengan Ethiopia.
Pertempuran di Tigray kembali memburuk setelah Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) merebut bandara utama wilayah itu, memicu penghentian sementara penerbangan. Ketua TPLF, Debretsion Gebremichael, menyatakan operasi militer saat ini adalah kelanjutan dari perang sebelumnya, dengan pasukannya terus menyerang dan mempertahankan wilayah dari pihak yang dianggap musuh. Di kamp pengungsian Hitsats, warga yang telah tinggal selama enam tahun kini kembali mengkhawatirkan evakuasi mendadak akibat suara tembakan artileri dan drone yang terus terbang di langit.
Layanan dasar di Mekelle, ibu kota Tigray, lumpuh akibat konflik: perbankan, komunikasi, dan distribusi uang tunai terganggu. Pedagang seperti Abdelaziz Ahmed mengaku usahanya terhenti karena masyarakat tidak bisa membeli barang tanpa uang tunai, sementara sopir taksi melaporkan harga bahan bakar di pasar gelap naik dua kali lipat. “Perang membuat hidup menjadi sangat sulit. Kami bahkan tidak punya uang untuk membeli makanan atau membayar sewa,” ujar seorang sopir.
PBB mendesak semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran dan membuka dialog dengan tujuh kelompok oposisi yang baru membentuk aliansi menentang pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmed. Konflik ini mengguncang kesepakatan damai 2022 yang sebelumnya dianggap mengakhiri perang dua tahun di Tigray.















