Sumbawanews.com,- Pertandingan Timnas Malaysia vs Singapura pada 2 Oktober 2026 menjadi sorotan tajam setelah Malaysia menang telak 6-0, sebuah hasil yang memicu kecurigaan luas di kalangan pengamat sepak bola Tanah Air. Pengamat Ronny Pangemanan, atau akrab disapa Bung Ropan, menilai ada kejanggalan serius dalam laga tersebut, terutama saat bek Singapura Ryhan Stewart menarik diri dari pertandingan pada awal babak pertama, memicu pelanggaran yang berujung penalti. Bergson eksekusi penalti itu dengan sempurna, membuka jalan bagi Malaysia mencetak enam gol—padahal tim tersebut gagal lolos ke Piala Asia 2027. Bung Ropan mendesak FIFA untuk segera menginvestigasi kemungkinan manipulasi hasil demi kepentingan kelolosan Timnas Indonesia.
Kemenangan Malaysia 6-0 itu berdampak langsung pada nasib Timnas Indonesia yang sedang bertanding melawan Bangladesh. Saat itu, Indonesia unggul 7-2, tetapi jika hasil itu bertahan, mereka akan tersingkir karena selisih gol lebih buruk (+7) dibanding Malaysia (+9). Namun, di menit-menit terakhir, keajaiban terjadi: Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6, diikuti Mitchell Baker yang memperbesar skor menjadi 9-2 pada menit ke-90+7. Hasil akhir itu mengubah segalanya—Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan selisih gol sama (+9) tapi unggul produktivitas gol (11 gol vs 9 gol milik Malaysia).
Di final yang berlangsung Senin, 5 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB, Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand, raja sepak bola Asia Tenggara. Thailand lolos sebagai juara Grup B setelah menghancurkan Pakistan 4-0 dan mengalahkan Vietnam 2-0. Kedua tim sama-sama meraih tujuh poin, tetapi Thailand unggul dalam performa konsisten dan dominasi pertandingan. Final ini bukan sekadar laga antar negara, tapi ujian sejarah bagi Indonesia yang kembali merindukan gelar juara setelah bertahun-tahun menanti.















