Sumbawanews.com,- Mitchell Baker, pemain berusia 19 tahun, mencetak lima gol dalam satu pertandingan saat Timnas Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Kamis (1/10) malam. Gol-golnya datang pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7, memastikan Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 berkat unggul produktivitas gol atas Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura. Ini menjadi quintrick pertama dalam sejarah Timnas Indonesia, sekaligus torehan individu paling fenomenal sejak Soetjipto Soentoro mencetak delapan gol pada 1969.
Kelima gol Baker tidak sendirian—Rizky Ridho mencetak gol pada menit ke-32, Justin Hubner pada menit ke-45, Luke Vickery pada menit ke-90, dan Kevin Diks pada menit ke-90+6. Kemenangan 9-2 ini menjadi kado manis bagi Indonesia yang melaju ke final berdasarkan selisih gol, bukan hanya hasil pertandingan. Sebelumnya, pencetak empat gol dalam satu laga terakhir kali adalah Beto Goncalves pada laga uji coba melawan Vanuatu pada 15 Juni 2019, saat Evan Dimas juga mencatatkan dua gol.
Sejarah mencatat, sejumlah legenda seperti Bambang Pamungkas, Zaenal Arif, dan Budi Sudarsono pernah mencatatkan hattrick empat gol, namun belum ada yang mampu mencapai lima gol dalam satu pertandingan resmi. Mitchell Baker kini menjadi nama baru dalam daftar pencetak gol terbanyak dalam satu laga Timnas Indonesia, menggeser posisi Beto Goncalves dan rekan-rekannya yang pernah mencetak empat gol.
Soetjipto Soentoro tetap menjadi pemegang rekor tertinggi dengan delapan gol dalam laga Piala Merdeka 1969, sebuah pencapaian yang belum tergoyahkan hingga kini. Dengan quintrick-nya, Baker tidak hanya membawa Indonesia ke final, tetapi juga menulis babak baru dalam sejarah sepak bola nasional.















