Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh dalam laga penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis (1/10/2026) malam WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertandingan ini menjadi kunci bagi Garuda untuk melangkah ke final, setelah mengumpulkan empat poin dari dua laga sebelumnya: menang 2-0 atas Singapura dan imbang 0-0 melawan Malaysia. Indonesia wajib menang dan mengandalkan hasil buruk Malaysia melawan Singapura untuk memastikan posisi teratas grup. Sementara itu, Bangladesh sudah pasti tersingkir setelah kalah 0-3 dari Malaysia dan 0-1 dari Singapura.
Meski tak lagi punya harapan lolos, Bangladesh bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Kedua tim telah bertemu tujuh kali dalam sejarah, dengan Indonesia unggul empat menang, dua imbang, dan satu kekalahan—kemenangan terakhir Bangladesh terjadi pada 1985 dengan skor 2-1. Pertemuan terakhir mereka berakhir imbang 0-0 pada 1 Juni 2022 di Bandung, dan sejumlah pemain dari laga itu masih membela Bangladesh hingga kini.
Bangladesh juga memiliki lima pemain yang berkarier di liga luar negeri: Hamza Choudhury (Sheffield United, Inggris), Samit Shome (New York Cosmos, AS), Tariq Kazi (Paro FC, Bhutan), Zayyan Ahmed (Rimal Al-Sahra SC, UEA), dan Farhan Ali Wahid (Boreham Wood, Inggris). Pengalaman bermain di kompetisi internasional ini bisa menjadi senjata tajam mereka melawan tim tuan rumah.
Pelatih Bangladesh, Thomas Dooley, bukan sosok biasa. Mantan kapten Timnas Amerika Serikat yang pernah meraih gelar Bundesliga dan Piala UEFA, Dooley juga pernah membawa Filipina lolos ke Piala Asia 2019 dan menang 4-0 atas Indonesia di Piala AFF 2014. Kini, ia kembali menghadapi tim yang pernah ia kalahkan, dengan misi mempermalukan tuan rumah meski sudah tersingkir.
Pengamat sepak bola Coach Justin memprediksi Timnas Indonesia mampu mencetak tiga gol di babak pertama melawan Bangladesh di SUGBK demi mengamankan tiket final. Prediksi ini didasarkan pada performa ofensif Garuda dan kelemahan pertahanan Bangladesh yang telah kebobolan empat gol dalam dua laga sebelumnya. Namun, semua tetap bergantung pada eksekusi di lapangan.















