Sumbawanews.com,- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi melantik kepengurusan masa khidmah 2026–2031 pada Rabu, 30 September 2026 malam. Seluruh pengurus baru tampak kompak mengenakan syal bertuliskan “Save Palestine” sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan, isu Palestina bukan hal baru bagi NU, melainkan telah menjadi bagian dari semangat perjuangan sejak masa pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, pada tahun 1938–1939. Dengan mengenakan syal tersebut, PBNU menegaskan komitmen moral dan historisnya terhadap keadilan bagi rakyat Palestina.
Dalam konferensi pers yang sama, Gus Kikin juga menjelaskan bahwa jumlah pengurus PBNU naik dari 189 menjadi 210 orang untuk memperluas keterwakilan. Peningkatan ini bertujuan menyeimbangkan peran dari berbagai generasi, jajaran, dan lembaga otonom di lingkungan NU, termasuk IPNU, PMII, dan Gerakan Pemuda Ansor. Proses penyusunan kepengurusan memanfaatkan waktu satu bulan pasca-Muktamar Lampung untuk memastikan pemerataan dan representasi yang adil.
Struktur baru PBNU juga menampilkan sejumlah tokoh nasional. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul ditunjuk sebagai Wakil Ketua PBNU, sementara mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Jusuf Kalla masuk dalam jajaran Mustasyar. Susunan lengkap kepengurusan dibacakan oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.















