Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi guru, maka guru SD dan SMP di Kabupaten Sumbawa di wajibkan untuk belajar. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, melalui Kapala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Amir Mahmud, di ruang kerjanya Rabu (30/09).
Baca Juga: Jumlah Guru Melebihi, Penyebaran Belum Merata
“Sekarang sudah ada Surat Edaran Bupati Sumbawa tentang hari belajar guru. Satu minggu itu guru wajib ada hari belajar. Itu satu hari, dan minimal dua jam. Dan tidak boleh mengganggu jam belajar murid. Jadi diluar jam mengajar, silahkan diatur,” kata Amir Mahmud.
Diungkapkan pada tingkatan guru SD terdapat kelompok kerja guru. Dan pada tingkatan kepala sekolah SD terdapat kelompok kerja kepala sekolah. Sedangkan kepala sekolah SMP terdapat musyawarah kerja kepala sekolah, dan pada tingkatan guru SMP terdapat musyarawah guru mata Pelajaran.
“Dan itu dihitung jam belajarnya, itu sudah diatur dalam surat edaran,” katanya.
Dikbud Kabupaten Sumbawa juga telah mengeluarkan surat edaran untuk pentunjuk teknis pelaksanaan hari belajar guru. Yang mengatur dua atau tiga kali dalam satu bulan, dilakukan disekolah masing-masing. Dan satu atau dua kali di forum kelompok belajarnya.
“Di forum ini guru itu belajar, mengundang naras umber, belajar tentang metode pembalajaran baru, mendalam. Berdiskusi dan sharing praktek baik, juga forum penyelesaian persoalan terkait di kelasnya,” ucap Amir.
Ia berharap dan mendorong agar masyarakat juga ikut memantau sebagai bentuk Kerjasama antara guru dengan orang tua/wali murid dalam proses belajar mengajar. Sehingga Pelajaran di sekolah diharapkan juga bisa ditransformasi ditengah keluarga. Sehingga proses belajar mengajar bisa berkesniambungan dengan baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
“Kita punya 7 agenda anak Indonesia hebat. Dan dari 7 itu, 6 diantaranya dibangun di rumah, dan hanya 1 di sekolah. Maka peran orang tua penting. Artinya keluarga dan lingkungan juga punya tanggungjawab untuk tumbuh kembang anak, namun tetap sekolah menjadi leadernya,” jelas dia.
Ditegaskan, dengan hari wajib belajar guru tersebut, Dikbud Kabupaten Sumbawa ingin geser paradigma masyarakat terkait pendidikan khususnya di Kabupaten Sumbawa. “Kita fokus ke sarana prasarana, infrastruktur sekolah. Tapi yang jauh lebih penting sebenarnya juga Adalah Bagaiman kompetensi guru. Jadi percuma sarana-prasarana yang kita perkuat tapi gurunya tidak kita sentuh. Maka penguatan kapasitas dan kompetensi guru perlu menjadi perhatian kita semua,” ungkap dia. (Using)














