Home Berita Olah Raga Kevin Diks Kecewa, Pengamat Khawatir Pemain Timnas Enggan Kembali Bermain

Kevin Diks Kecewa, Pengamat Khawatir Pemain Timnas Enggan Kembali Bermain

Sumbawanews.com,- Kevin Diks dan sejumlah pemain Timnas Indonesia kecewa setelah suporter meneriakkan nama mantan pelatih Shin Tae-yong selama laga melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, 28 September 2026. Meski laga berakhir tanpa kekalahan dan tim berhasil menjaga clean sheet, sorakan yang mengarah pada masa lalu dinilai Diks sebagai bentuk ketidakadilan terhadap perjuangan skuad saat ini. Dalam wawancara langsung usai pertandingan, ia tegas menyatakan, “Ini tidak benar. Rasanya ini tidak baik buat para pemain, tidak baik buat pelatih. Kami mencoba berjuang dengan 10 orang, itu sangat sulit. Dan saya, saya kecewa dengan ini.”

Pengamat sepakbola Ronny Pangemanan, yang akrab dipanggil Bung Ropan, mempertegas kekhawatiran itu. Ia menilai sikap suporter yang belum move on dari era Shin Tae-yong berpotensi meruntuhkan semangat nasionalisme para pemain. “Para pemain sudah berjuang mati-matian. Ini bukan kekalahan, tapi mereka justru dicemooh dengan panggilan nama pelatih lama,” ujarnya dalam podcast Locker Room di YouTube Okezone. Ia mengkhawatirkan dampak jangka panjang: pemain-pemain muda bisa menolak panggilan tim nasional dengan alasan cedera atau alasan lain, jika perjuangan mereka tak dihargai.

Diks sendiri menjadi salah satu pilar kunci di lini belakang yang membantu Timnas Indonesia naik ke peringkat 117 dunia dalam peringkat FIFA—capaian pertama dalam dua dekade terakhir. Namun, prestasi itu justru tenggelam di tengah gemuruh nostalgia suporter. Bung Ropan menekankan, nasionalisme pemain Timnas Indonesia tetap tinggi, tetapi tanpa penghargaan yang layak, semangat itu bisa memudar. “Buat apa berjuang kalau ujung-ujungnya dicemooh? Ini bukan soal pelatih, ini soal harga diri pemain.”

Laga Timnas Indonesia vs Malaysia di matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 itu berakhir tanpa gol, dengan skuad Garuda tampil disiplin meski kehilangan seorang pemain akibat kartu merah. Namun, keberhasilan bertahan justru tak mampu menghalau gelombang kritik yang tidak seharusnya ditujukan pada pemain yang sedang berjuang di atas lapangan.

Previous articleHaaland Jadi Buruan Real Madrid dan Bayern Munchen Usai City Terjerat Skandal
Next articleThailand Balas Dendam, Kalahkan Vietnam 2-0 dan Jamin Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026