Home Berita Olah Raga Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 Pelanggaran Keuangan

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 Pelanggaran Keuangan

Sumbawanews.com,- Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran serius terhadap peraturan keuangan Liga Inggris, setelah panel independen menemukan bahwa klub secara sistematis menggelembungkan pendapatan komersial hingga £830 juta (USD1,08 miliar) antara 2009 dan 2018. Keputusan ini dikonfirmasi oleh CEO Liga Inggris, Richard Masters, pada Selasa, 29 September 2026, menyusul penyelidikan selama lima tahun yang mengungkap laporan keuangan palsu, penyembunyian pembayaran dari sponsor Abu Dhabi, dan pelanggaran batas pengeluaran Premier League serta UEFA. Klub yang bertransformasi menjadi kekuatan global di bawah asuhan Pep Guardiola sejak 2016 itu juga dituduh gagal bekerja sama dalam penyelidikan antara 2018 dan 2023. Sanksi berupa pengurangan poin besar, denda, hingga kemungkinan degradasi akan diputuskan dalam sidang terpisah.

Dokumen resmi sepanjang 1.545 halaman mengungkap bahwa dari total pendapatan komersial sebesar £949,94 juta yang dilaporkan City selama periode sembilan tahun, hanya £119,25 juta yang benar-benar dibayarkan oleh mitra sponsor asal Uni Emirat Arab. Sisanya, menurut panel, merupakan rekayasa keuangan untuk memenuhi aturan fair play. Klub membantah semua tuduhan, menyebut putusan itu “kecewa dan terkejut”, dan menegaskan akan mengajukan banding dengan alasan adanya “kekeliruan materiil yang nyata” baik dari segi hukum, prinsip, maupun fakta. Manchester City menegaskan bahwa selama delapan tahun terakhir, mereka selalu mematuhi prosedur dan percaya bahwa Liga Inggris akan bertindak sebagai regulator yang imparsial.

Kasus ini disebut Masters sebagai yang paling signifikan dalam sejarah Liga Inggris, mengguncang fondasi kepercayaan terhadap integritas kompetisi. Meski City meraih sejumlah gelar domestik dan Eropa selama periode tersebut—termasuk merekrut bintang-bintang seperti Sergio Agüero, Kevin De Bruyne, dan David Silva—semua pencapaian kini terancam oleh kemungkinan pencopotan gelar dan penurunan kasta. Pihak klub menekankan bahwa seluruh tuduhan berpusat pada satu asumsi keliru: bahwa dana pribadi pemilik disuntikkan melalui sponsor Abu Dhabi, sebuah narasi yang mereka anggap tidak berdasar.

Proses hukum masih berlanjut, dan keputusan akhir akan menentukan masa depan salah satu klub paling dominan di era modern sepak bola Eropa.

Previous articleIndonesia Tambah Emas, Bulu Tangkis Lampaui Target di Asian Games 2026
Next articleEmas Kedua Badminton, Taufik Hidayat Menangis Bahagia