Sumbawanews.com,- Pemukim ilegal Yahudi membakar dua rumah milik keluarga Palestina di desa Jalud, Tepi Barat, pada Selasa dini hari, tepat setelah keluarga itu kembali ke rumahnya setelah mengungsi selama hampir dua bulan akibat serangan berulang. Menurut kantor berita WAFA, sekelompok besar pemukim memasuki desa itu dan membakar bangunan hingga hancur, sementara pasukan Israel tidak menghentikan aksi tersebut, malah memberi perlindungan dan membantu memperkuat posisi para penyerang. Keluarga itu terpaksa kembali mengungsi di bawah ancaman senjata.
Di Yerusalem Timur, ratusan pemukim Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa melalui Gerbang Mughrabi pada Selasa pagi, didampingi ketat oleh polisi Israel, dalam rangka perayaan Hari Raya Sukkot. Para pemukim melakukan ritual keagamaan, termasuk doa dan nyanyian di dalam kompleks, sementara jalan-jalan menuju Kota Tua ditutup untuk memudahkan pergerakan mereka. Pada Senin, sebanyak 1.731 pemukim sudah memasuki Al-Aqsa, dan sehari sebelumnya sekitar 1.500 orang melakukan hal serupa, beberapa di antaranya membawa persembahan tanaman ke pelataran masjid. Menteri Israel Yisrael Katz dan Itamar Ben-Gvir dikabarkan turut hadir dalam aksi tersebut pada Senin.
Serangan juga terjadi di dekat Gerbang Damaskus (Bab al-Amoud) pada dini hari, di mana puluhan pemukim menyerang warga Palestina, sementara aparat keamanan Israel dikerahkan untuk mengamankan jalur pergerakan pemukim. Penutupan jalan-jalan utama di sekitar Kota Tua memperparah hambatan mobilitas warga Palestina yang berusaha mengakses wilayah tersebut.















