Sumbawanews.com,- Di menit keempat laga Timnas Indonesia vs Malaysia, Justin Hubner mencetak gol ke gawang Syihan Hazmi lewat sepakan first-time setelah bola memantul dari Elkan Baggott. Namun, wasit utama Ko Hyung-jin membatalkan gol tersebut dengan alasan pelanggaran terhadap bek Malaysia, Brad Trapp. Kini, informasi dari seorang wasit di markas FIFA menyatakan bahwa kontak antara Hubner dan Trapp seharusnya dianggap sebagai sentuhan sepak bola yang wajar, sehingga gol itu layak diakui.
Kronologi gol bermula dari lemparan ke dalam oleh Kevin Diks yang mengarah ke kotak penalti Malaysia. Bola memantul ke arah Hubner, lalu kembali ke Baggott, sebelum akhirnya kembali ke kaki Hubner yang langsung melepaskan tembakan tanpa menunggu bola berhenti. Meski bola masuk ke gawang, wasit memutuskan pelanggaran terjadi sebelumnya. Rekaman video yang dikutip oleh Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, melalui akun Instagramnya, menunjukkan bahwa tidak ada pelanggaran serius yang membenarkan pembatalan gol.
Pertandingan berlanjut dengan tekanan berat bagi Timnas Indonesia. Di menit ke-37, Thom Haye menerima kartu merah setelah menginjak kaki winger Malaysia, membuat tim bermain dengan 10 orang. Situasi ini memperparah dominasi Malaysia, yang menguasai bola 63 persen dan melepaskan delapan tembakan tepat sasaran—berbanding hanya satu dari Indonesia. Hasil akhir laga berakhir imbang 0-0.
Meski gagal menang, Indonesia masih memiliki peluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Syaratnya: menang atas Bangladesh, sambil menunggu hasil laga antara Malaysia vs Singapura pada Kamis, 1 Oktober 2026 malam WIB, yang harus berakhir imbang atau kemenangan Singapura.















