Sumbawanews.com,- Hingga pertengahan Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, China mendominasi klasemen medali dengan 107 emas dan total 176 medali, jauh di atas tuan rumah Jepang yang mengoleksi 31 emas dan 129 medali secara keseluruhan. Dominasi Negeri Tirai Bambu terutama berasal dari cabang renang, di mana perenang-perenangnya berhasil meraih 30 emas dalam enam hari pertandingan. Zhang Zhanshuo, atlet berusia 19 tahun, menjadi bintang utama dengan tujuh emas dari nomor 200m, 400m, 800m, dan 1.500m gaya bebas, ditambah tiga emas lagi lewat estafet. Di sisi lain, Yu Zidi, baru berusia 13 tahun, menyabet tiga emas dari nomor 200m gaya kupu-kupu, 200m gaya ganti, dan 400m gaya ganti perorangan. Keduanya diproyeksikan sebagai tulang punggung tim renang China di Kejuaraan Dunia Budapest 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028. Di tengah gelombang keunggulan China, Jepang mencatat prestasi gemilang lewat Shin Ohashi yang memecahkan rekor dunia 200m gaya dada dengan waktu 2 menit 4,83 detik—satu-satunya rekor dunia yang tercipta dalam ajang ini hingga kini. Sementara itu, di cabang bulutangkis, Alwi Farhan gagal melangkah ke final tunggal putra setelah dikalahkan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand di semifinal, mengakhiri ambisinya meraih medali emas.















