Sumbawanews.com,- Roberto Mancini kembali menangani Timnas Italia dan langsung menghadapi kekalahan 0-2 dari Belgia di Stadio Olimpico, dalam laga pembuka fase grup UEFA Nations League. Gol Belgia dicetak oleh Mika Godts pada babak pertama dan Dodi Lukebakio di paruh kedua, membuat Italia gagal mencetak gol sekaligus kebobolan dua kali di kandang untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir. Mancini mengakui performa timnya masih jauh dari ekspektasi, dengan nilai expected goals (xG) hanya 1,5 sepanjang laga—0,3 di babak pertama—sementara Belgia unggul 2,7. Gianluigi Donnarumma harus bekerja keras dengan enam penyelamatan, sementara kiper Belgia Senne Lammens juga membuat enam saves.
Mancini menekankan bahwa waktu persiapan sangat terbatas menjelang laga berikutnya melawan Turki di Atatürk Stadium, sehingga ia tidak akan menerapkan perubahan drastis. “Saya berharap tim dapat menampilkan performa yang baik saat melawan Turki, serta meningkatkan intensitas pressing dan agresivitas,” ujarnya. Ia juga meminta kesabaran dari publik, karena proses membangun kembali tim yang kompetitif membutuhkan waktu untuk saling mengenal dan membangun fondasi yang kuat. “Yang terpenting, kami membutuhkan waktu untuk saling mengenal dan membangun tim yang kompetitif. Hanya itu yang kami butuhkan,” tambahnya.
Italia kini menghadapi tekanan setelah hanya meraih lima poin dari sembilan pertandingan di fase grup, sementara Portugal unggul dengan sembilan poin. Dengan jadwal UEFA Nations League yang padat, Mancini sadar bahwa tidak ada ruang untuk kesalahan, tetapi ia tetap berkomitmen pada pendekatan jangka panjang daripada solusi cepat yang berisiko.















