Sumbawanews.com,- Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba di Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan penanganan korban dugaan keracunan makanan berjalan optimal. Sebanyak 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dirawat setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 2.700 penerima manfaat. Gibran menekankan agar investigasi segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada publik sebagai bahan evaluasi. Ia juga meminta seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah, dan pelayanan medis lanjutan wajib diberikan kepada yang masih mengalami keluhan.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap pelanggaran serius dalam proses pengolahan makanan di SPPG Bawang. Tim menemukan bahwa makanan diolah mulai pukul 19.30 WIB malam sebelumnya, jauh lebih awal dari SOP yang menetapkan pengolahan hanya boleh dimulai setelah pukul 02.00 dini hari. Jeda waktu yang terlalu panjang antara pengolahan dan distribusi diduga menyebabkan makanan membusuk atau terkontaminasi. Selain itu, ditemukan kelemahan fisik di dapur SPPG, termasuk sekat dinding yang tidak solid dan sistem sanitasi yang tidak memenuhi standar. Akibat temuan ini, operasional SPPG Bawang yang dikelola Yayasan Bela Batang Berkah ditutup sementara selama 30 hari, dengan kemungkinan sanksi permanen jika ditemukan pelanggaran berat.
Gibran menegaskan, evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan program MBG—mulai dari higiene, waktu pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan lapangan—harus segera dilakukan. Ia menekankan bahwa keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program prioritas presiden, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat tanpa mengorbankan keselamatan mereka.















