Sumbawanews.com,- Jelang laga lawan Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin, 28 September 2026, Timnas Malaysia tengah berjuang memaksimalkan waktu singkat untuk memulihkan fisik pemain dan menyempurnakan strategi. Pelatih interim Tan Cheng Hoe menekankan bahwa kemenangan 3-0 atas Bangladesh di laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 tidak boleh membuat skuad lengah. Ia menegaskan, fokus utama tim adalah memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi siap tempur, sambil tim medis mengevaluasi kelayakan tiap pemain untuk bertanding.
Meski menang meyakinkan, Cheng Hoe mengakui masih ada kelemahan dalam penguasaan bola dan transisi permainan yang harus segera diperbaiki. Staf pelatih sibuk menganalisis rekaman pertandingan melawan Bangladesh sekaligus mempelajari gaya bermain Timnas Indonesia, terutama untuk meredam serangan para penyerang Garuda. Di sisi lain, kedatangan pemain naturalisasi seperti Bergson da Silva, Manuel Hidalgo, dan Brad Tapp memberi dorongan signifikan pada kedalaman skuad dan semangat tim.
Manuel Hidalgo, striker berusia 30 tahun, secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa Malaysia mampu bersaing meski menghadapi tuan rumah dengan dukungan suporter fanatik. “Indonesia tim yang sangat kuat, tapi Malaysia juga demikian. Saya percaya pada peluang kami,” ujarnya. Sementara itu, Bergson da Silva, pencetak gol dalam kemenangan atas Bangladesh, mengungkapkan rasa terharu atas sambutan hangat fans Malaysia yang menjulukinya “Ahmad Bergson”. “Saya merasa seperti orang Malaysia. Saya ingin membalas cinta mereka dengan performa terbaik di atas lapangan,” katanya.
Laga antara Malaysia dan Indonesia menjadi penentu awal dalam persaingan grup, dengan kedua tim sama-sama mengincar tiga poin penuh demi melangkah ke fase berikutnya. Dengan jeda hanya satu hari setelah laga sebelumnya, beban teknis dan fisik bagi tim asuhan Cheng Hoe semakin berat—tapi tekad untuk bangkit justru semakin menguat.















