Sumbawanews.com,- Pertandingan Persiku Kudus melawan PSIS Semarang pada pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 yang semula dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu, 27 September 2026, dibatalkan hanya dua jam menjelang kick-off. Pembatalan terjadi karena tidak diterbitkannya surat izin atau rekomendasi keamanan dari Kepolisian Resor Bantul, yang kemudian berdampak pada penolakan izin penggunaan stadion oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bantul.
Persiku, yang tidak bisa menggunakan kandang resminya, Stadion Wergu Wetan Kudus, karena sedang dalam proses renovasi, telah memilih Stadion Sultan Agung sebagai markas sementara sejak awal musim. Pertandingan pertama mereka di stadion itu—lawan PSIS—berjalan lancar tanpa hambatan. Namun, untuk laga ulangan melawan PSIS, kendala keamanan muncul mendadak. Manajemen Persiku secara resmi mengembalikan keputusan lanjutan pertandingan kepada I.League, operator kompetisi, dengan menyatakan bahwa “tidak terbitnya surat izin atau rekomendasi keamanan dari Kepolisian Resor Bantul dengan mempertimbangkan situasi Kamtibmas di wilayah Bantul” menjadi alasan utama.
Kedua tim—Persiku dan PSIS—telah menyelesaikan agenda pra-pertandingan, termasuk konferensi pers sehari sebelumnya. Namun, pada hari pertandingan, skuad kedua tim tidak hadir di stadion yang juga menjadi markas PSIM Jogja. Tidak ada pemain, pelatih, maupun ofisial yang tiba di lokasi, mengingat tidak ada kepastian izin operasional dari otoritas setempat.
Saat ini, status pertandingan berada di tangan I.League. Kemungkinan terbuka untuk penjadwalan ulang, namun risiko walkover (W.O.) bagi Persiku sebagai tim tuan rumah tetap mengancam jika operator memutuskan untuk memberikan poin kepada PSIS tanpa pertandingan. Laga ini menjadi catatan kelam awal musim bagi kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia, yang baru saja bergulir pada 11 September 2026 dengan duel pembuka PSIS vs PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri.















