Home Berita Olah Raga Mbappe Cetak Gol, Prancis Menang Tipis atas Turki di Debut Zidane

Mbappe Cetak Gol, Prancis Menang Tipis atas Turki di Debut Zidane

Sumbawanews.com,- Prancis meraih kemenangan 1-0 atas Turki dalam laga pembuka UEFA Nations League 2026-27, Jumat, 25 September 2026, di Izmit, Turki, lewat gol tunggal Kylian Mbappe. Ini menjadi kemenangan pertama Zinedine Zidane sebagai pelatih tim nasional Prancis, menggantikan Didier Deschamps yang menutup masa kepelatihannya usai Piala Dunia 2026. Meski menang, Les Bleus tampil tidak meyakinkan dan kesulitan membongkar pertahanan Turki yang rapat.

Gol kemenangan Prancis lahir dari kombinasi taktis yang dipicu tekanan Ousmane Dembele di lini depan, yang memaksa kesalahan bertahan Turki. Bola kemudian diumpankan oleh Michael Olise ke sisi kiri, tempat Mbappe bergerak bebas dan menuntaskan peluang dengan tembakan akurat. Namun, kebahagiaan itu tercemar ketika Mbappe mengalami cedera setelah mencetak gol dan harus ditarik keluar dari lapangan, menjadi pertanyaan besar bagi Zidane menjelang laga berikutnya.

Zidane mempertahankan fondasi utama tim yang dibangun Deschamps: Adrien Rabiot dan Manu Kone tetap menjadi duet gelandang bertahan, sementara Jules Kounde dan Dayot Upamecano mempertahankan jantung pertahanan. Maxence Lacroix menggantikan posisi William Saliba yang cedera. Namun, perubahan signifikan terlihat di lini serang. Mbappe kembali ditempatkan di sayap kiri — posisi yang menjadi favoritnya sebelum beberapa tahun terakhir ia lebih sering bermain sebagai penyerang tengah. Di tengah, Ousmane Dembele menjadi ujung tombak, sementara Olise mengisi sisi kanan.

Keputusan mengejutkan lainnya adalah kepercayaan Zidane kepada Rayan Cherki sebagai playmaker nomor 10. Pemain Manchester City itu, yang sebelumnya lebih sering duduk di bangku cadangan selama Piala Dunia 2026, tampil sebagai otak serangan bersama Olise. Cherki mencatatkan enam kontribusi gol dalam tujuh pertandingan awal musim bersama klubnya, dan perannya di lapangan menjadi salah satu sumber kreativitas utama Prancis dalam memecah blok pertahanan Turki.

Meski menang, Prancis terlihat lambat dalam menghasilkan serangan konsisten. Tekanan terhadap lawan jarang tercipta secara berkelanjutan, dan banyak peluang terbuang karena kurangnya kecepatan dan kejelian dalam akhir serangan. Zidane tampaknya lebih memilih pendekatan bertahap — mempertahankan struktur tim yang sudah terbukti, sambil menyesuaikan peran individu untuk memaksimalkan potensi lini serang.

Kemenangan ini menjadi modal awal yang penting, tetapi laga perdana jelas menunjukkan bahwa era Zidane masih dalam tahap pencarian bentuk. Penempatan Mbappe di sisi kiri, kepercayaan penuh pada Cherki, dan konsistensi pada lini tengah dan belakang menjadi tiga indikator awal arah permainan Prancis di bawah pelatih baru tersebut. Tantangan terbesar Zidane bukan membangun ulang tim, melainkan menghidupkan kembali keganasan serangan yang pernah menjadi ciri khas Les Bleus.

Previous articleJonatan Christie dan Putri KW Tembus 16 Besar Badminton Asian Games 2026
Next articleBupati Gowa Ditetapkan Tersangka Pemerasan dan TPPU, Kortas Tipikor Tegaskan Tak Ada Intervensi