Home Berita Olah Raga Timnas Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, Tapi Sorotan Jatuh pada Komposisi Pemain

Timnas Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, Tapi Sorotan Jatuh pada Komposisi Pemain

Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia meraih kemenangan 2-0 atas Singapura dalam laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Kemenangan ini membuka peluang kuat bagi Garuda di grup A, namun justru menjadi bahan perdebatan sengit karena pelatih John Herdman menurunkan sebelas pemain starter yang semuanya bukan lahir di Indonesia.

Dari 11 pemain awal, sepuluh di antaranya adalah naturalisasi: Maarten Paes, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Dean James, Luke Vickery, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, dan Ole Romeny. Satu-satunya pemain yang bukan naturalisasi adalah Elkan Baggott — meski ia sendiri lahir di Belanda, tetapi telah memilih menjadi Warga Negara Indonesia sebelum usia 21 tahun. Rizky Ridho, yang biasa menjadi pilihan utama di lini belakang, duduk di bangku cadangan selama 90 menit, sementara Marselino Ferdinan tidak dipanggil akibat cedera.

Usai laga, Herdman menanggapi kritik tajam terkait keputusannya dengan tegas. Ia menolak istilah “pemain lokal” dan “pemain diaspora”, menegaskan bahwa semua pemain yang mengenakan jersey Garuda adalah bagian dari Indonesia. “Ini adalah line-up yang ingin mewakili negara ini. Mereka bersedia naik pesawat dan bekerja keras. Mereka bermain dengan penuh semangat dan gairah untuk suporter. Itu penting untuk dihormati,” ujar Herdman. “Tidak ada pemain lokal, tidak ada pemain diaspora. Kami adalah Indonesia. Kita mewakili bendera (Merah-Putih). Kita berdiri bersama setiap saat. Ini adalah pola pikir yang harus kita ubah. Orang-orang ini adalah orang Indonesia sekarang. Mereka suka bermain untuk Indonesia.”

Kebijakan ini memperdalam perdebatan panjang di kalangan fans dan pengamat: apakah keberhasilan timnas harus diukur dari kemenangan semata, atau juga dari representasi identitas nasional. Sejak era naturalisasi digalakkan, timnas selalu menyisakan setidaknya satu atau dua pemain kelahiran Indonesia di starting XI — sebuah tradisi yang kali ini sengaja diabaikan demi strategi taktis dan kesiapan fisik pemain.

Dengan kemenangan ini, Indonesia memimpin sementara di Grup A, tetapi pertanyaan besar tetap menggantung: apakah keberagaman dalam skuad justru memperkuat persatuan, atau justru mengaburkan makna kebangsaan? Herdman menjawabnya dengan tindakan — dan bukan hanya kata-kata.

Previous articleKepala BNPB Clarify Makna ‘Normal’ Saat Kabut Asap Melanda
Next articleWayne Rooney Buka Pintu Kembali Latih, Tapi Hanya Untuk dua Klub Ini