Sumbawanews.com,- Putra Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Neria Leiter, mengalami luka kritis setelah ditabrak mobil dalam serangan di Tepi Barat pada Rabu, 23 September 2026. Insiden terjadi di pos pemeriksaan dekat permukiman Beit Horon, di mana Neria, seorang prajurit cadangan, sedang bertugas. Pengemudi mobil, Mahmoud Muhammad Mahmoud Suleiman (29), warga Palestina dari Desa Beit Ur al-Tahta, ditembak tewas di tempat. Duta Besar Yechiel Leiter mengungkapkan kekhawatirannya di media sosial, menyatakan bahwa putranya “membutuhkan keajaiban” dan menyerukan persatuan rakyat Israel. Hamas menyebut serangan itu sebagai respons alami terhadap kebijakan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem, tetapi tidak mengaku bertanggung jawab. Serangan ini terjadi sehari sebelum Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan berpidato di PBB, dan menyusul insiden penembakan terhadap warga Israel di Tepi Barat pada 20 September lalu. Putra sulung Leiter, Moshe Yedidya Leiter, tewas dalam pertempuran di Gaza pada November 2023. Pemerintah Israel meningkatkan status siaga militer, sementara Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mendesak hukuman mati bagi pelaku terorisme berdasarkan undang-undang baru.















