Sumbawanews.com,- Delegasi Indonesia bersama sejumlah negara meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB secara serentak pada Kamis, 25 September 2026, waktu setempat, saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan menyampaikan pidato di Markas Besar PBB, New York. Aksi walk out itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan rezim Israel yang menuai kecaman internasional atas kekerasan di Gaza, Tepi Barat, dan pelanggaran gencatan senjata di Lebanon. Para diplomat Indonesia tampak bergegas keluar dari kursi mereka saat Netanyahu dipersilakan naik ke mimbar, sebagaimana direkam oleh Perwakilan Tetap RI di New York. Suasana ruang sidang menjadi riuh, memicu ketua sidang mengetuk palu untuk meminta ketertiban, sementara antrean keluar terbentuk akibat banyaknya delegasi yang meninggalkan ruangan. Netanyahu merespons dengan sindiran, mempersilakan “pengecut moral” yang belum keluar untuk segera pergi sebelum ia berbicara. Ia hanya berada di Amerika Serikat selama enam jam dan tidak bertemu Presiden AS Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu oleh Mahkamah Pidana Internasional sejak 2024 masih berlaku.















