Sumbawanews.com,- Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengecam kegagalan sistem internasional dalam mencegah krisis kemanusiaan di Gaza, dalam pidatonya di Sidang Umum ke-81 PBB pada 22 September 2026. Ia menyatakan bahwa selama tiga tahun terakhir, 74 ribu warga Gaza—sebagian besar anak-anak dan perempuan—tewas akibat serangan Israel, menjadikan wilayah itu bukan hanya kuburan terbesar anak-anak di dunia, tetapi juga tempat dengan tingkat amputasi anak tertinggi. Erdoğan menuturkan bahwa anak-anak yang kehilangan anggota tubuhnya berjuang kembali ke sekolah dengan alat prostetik sederhana, sementara lebih dari 70 persen generator rumah sakit di Gaza tak berfungsi akibat kekurangan bahan bakar. Ia menekankan bahwa ini bukan persoalan pribadinya, melainkan ujian hati nurani umat manusia, dan menegaskan bahwa PBB telah gagal atau sengaja dibuat tak mampu menjalankan misi perdamaian yang menjadi dasar berdirinya organisasi itu 81 tahun lalu.















