Home Berita Olah Raga Indonesia Puncaki Daftar Naturalisasi di FIFA ASEAN Cup 2026, 17 Pemain Siap...

Indonesia Puncaki Daftar Naturalisasi di FIFA ASEAN Cup 2026, 17 Pemain Siap Bertarung

Sumbawanews.com,- FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ajang paling dinanti di kawasan Asia Tenggara, dengan Timnas Indonesia menjadi tim paling banyak mengandalkan pemain naturalisasi—sebanyak 17 orang—terbanyak di antara delapan negara peserta. Tim asuhan John Herdman mengandalkan kekuatan pemain naturalisasi seperti Emil Audero, Maarten Paes, Justin Hubner, Kevin Diks, Shayne Pattynama, Dion Markx, Nathan Tjoe-A-On, Dean James, Joey Pelupessy, Jordi Amat, Ivar Jenner, Calvin Verdonk, Thom Haye, Luke Vickery, Mitchell Baker, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Elkan Baggott tidak termasuk dalam daftar ini karena status kewarganegaraannya yang diperoleh melalui kewarganegaraan ganda terbatas, bukan proses naturalisasi resmi.

Malaysia menempati posisi kedua dengan lima pemain naturalisasi: Bergson da Silva, Manuel Hidalgo, Bradley Tapp, Sergio Aguero, dan Romel Morales. Namun, tiga pemain lain yang sering disebut—Dion Cools, Daniel Ting, dan Fergus Tierney—bukanlah hasil naturalisasi, melainkan keturunan Malaysia yang memegang kewarganegaraan ganda. Vietnam mengikuti dengan empat naturalisasi: Nguyen Xuan Son, Cao Pendant Quang Vinh, Nguyen Tai Loc, dan Do Hoang Hen. Sementara Singapura memiliki dua pemain naturalisasi, yakni Kyoga Nakamura dan Song Ui Young.

Di sisi lain, Thailand, Filipina, Bangladesh, dan Pakistan tidak memiliki pemain yang melalui proses naturalisasi. Namun, kekuatan mereka justru berasal dari pemain diaspora dan keturunan asing yang memenuhi syarat kewarganegaraan ganda. Filipina diperkuat 18 pemain dengan kewarganegaraan ganda, Thailand memiliki dua pemain seperti Nicholas Mickelson dan Jude Soonsup-Bell, Bangladesh mengandalkan empat pemain kelahiran Eropa dengan latar belakang Karibia dan Meksiko, sementara Pakistan mengandalkan empat pemain keturunan Inggris dan Denmark seperti Easah Suliman, Yousuf Butt, Abdullah Iqbal, dan Mohammad Fazal. Strategi berbeda ini mencerminkan pendekatan masing-masing negara dalam membangun tim nasional—melalui naturalisasi atau pemanfaatan kewarganegaraan ganda.

Previous articleMaarten Paes dan Emil Audero Picu Persaingan Ketat di Posisi Kiper Timnas Indonesia
Next articleBarcelona Ganas, Trio Raphinha-Yamal-Fermin Borong 26 Gol di Awal Musim 2026/27