Sumbawanews.com,- Gelandang Sunderland Granit Xhaka mengaku membeli sertifikat vaksin COVID-19 palsu pada 2022, setelah mengalami kekhawatiran berlebihan terhadap vaksinasi. Pengakuan itu ia sampaikan melalui unggahan Instagram pada Senin, 21 September 2026, sekaligus memutuskan absen dari skuad Timnas Swiss selama proses penyelidikan Kejaksaan Luzern, Swiss, berlangsung. Xhaka mengatakan ia sempat tidak percaya pada vaksin dan dihantui rasa takut, sehingga memilih jalan pintas dengan membeli sertifikat daripada berkonsultasi dengan ahli. Ia kini menyesal, menyebut tindakannya sebagai kesalahan besar dan siap menjalani seluruh proses hukum.
Kasus ini bermula setelah Xhaka dinyatakan positif COVID-19 pada 2021 dan menjalani karantina. Setahun kemudian, ia memperoleh sertifikat vaksin yang kini menjadi fokus penyelidikan otoritas hukum di Luzern. Diduga, sertifikat itu dikeluarkan oleh seorang dokter lokal, meski pengacara dokter tersebut membantah bahwa kliennya memberikan vaksin palsu, dan menegaskan bahwa Xhaka memang telah divaksinasi secara resmi. Meski demikian, Kejaksaan Luzern tetap menjalankan investigasi menyeluruh terhadap keaslian dokumen tersebut.
Xhaka yang awalnya masuk dalam daftar pemain untuk laga melawan Makedonia Utara, Skotlandia, dan Slovenia, memilih tidak bergabung dengan tim demi tidak mengganggu proses hukum. Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja sama penuh dengan otoritas terkait dan bertanggung jawab atas keputusan pribadinya. Hingga kini, belum ada keputusan hukum yang dijatuhkan, dan status penyelidikan masih berjalan.
Sementara itu, di luar isu pribadinya, Xhaka tetap menjadi sorotan karena bermain untuk Sunderland, tim yang baru saja dikalahkan 5-1 oleh Manchester City di Etihad Stadium pada Minggu, 20 September 2026, dalam lanjutan Liga Inggris 2026-2027. Erling Haaland menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol, sementara gol lainnya dicetak oleh Phil Foden, Julián Álvarez, dan Cole Palmer.















