Sumbawanews.com,- Borussia Mönchengladbach dikalahkan 3-4 oleh Mainz dalam laga Bundesliga pada Sabtu, 19 September 2026, dalam sebuah pertandingan yang dikenang bukan hanya karena skornya yang ketat, tetapi juga karena ketegangan internal di antara dua pemainnya. Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, terlihat tidak merayakan gol penalti yang dicetak Shuto Machino, setelah terjadi perselisihan soal siapa yang berhak mengeksekusi tendangan tersebut.
Mönchengladbach mendapat dua penalti dalam laga itu. Pada kesempatan pertama, Diks yang menjadi kapten tim gagal mengubah penalti menjadi gol. Di menit-menit akhir, setelah pemain Mainz melakukan handball, Diks berencana kembali menjadi eksekutor. Namun, Machino—yang baru masuk sebagai pemain pengganti—mengambil alih bola dan mengeksekusi penalti kedua. Meski gelandang Philipp Sander mencoba menenangkan situasi, Machino tetap menembak dan sukses mencetak gol pertamanya musim ini. Menurut laporan media Jepang Qoly, Diks menunjukkan ketidakpuasan dengan memilih mundur dari perayaan gol tersebut.
Qoly juga mengungkapkan catatan statistik kedua pemain dari titik penalti. Machino dikatakan belum pernah gagal dari 10 kesempatan penalti sepanjang karier profesionalnya di luar adu penalti. Sementara Diks, yang berposisi sebagai bek, telah mencetak 19 gol dari penalti sepanjang kariernya, tetapi juga pernah gagal tiga kali.
Kekalahan ini memperburuk posisi Mönchengladbach di klasemen Bundesliga. Sejak awal musim, klub tersebut telah kalah empat kali dan kebobolan 16 gol, sehingga kini berada di dasar klasemen dengan 0 poin.
Di sisi lain, Diks tetap menjadi salah satu pemain paling bernilai dari Timnas Indonesia. Menurut laporan VIVA.co.id pada 22 September 2026, ia menjadi pemain termahal di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dengan nilai pasar sebesar Rp86,91 miliar.















