Sumbawanews.com,- Persija Jakarta menang 1-0 atas Java United dalam lanjutan pekan ketiga Super League 2026-2027, Sabtu, 19 September 2026, malam WIB, di Stadion Kapten I Wayang Dipta, Gianyar, Bali. Gol kemenangan dicetak Arlyansyah Abdulmanan pada menit ke-13. Namun, kemenangan itu terlupakan di tengah insiden yang memicu kemarahan publik: pelatih Shin Tae-yong diteriaki “pendatang” oleh seorang ofisial Java United saat pertandingan berlangsung.
Insiden bermula setelah pemain Persija mengalami cedera dan bola dikeluarkan dari lapangan untuk memberi ruang perawatan. Namun, Java United tidak mengembalikan bola sesuai prinsip fair play, malah memanfaatkannya untuk serangan balik. Reaksi keras pun muncul dari tim teknis Persija. Di tengah adu argumen di area teknikal, seorang ofisial Java United berteriak kepada Shin Tae-yong: “Kamu di sini itu pendatang! Ini daerah saya!”
Pernyataan itu langsung memicu gelombang kemarahan di media sosial. Banyak penggemar sepak bola Indonesia mengecam tindakan tersebut, menilai ucapan itu tidak hanya merendahkan Shin Tae-yong, tetapi juga mengabaikan kontribusinya yang besar bagi perkembangan sepak bola nasional. Sejak menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong membawa tim meraih prestasi signifikan, termasuk finis runner-up Piala AFF 2020 dan kualifikasi Piala Asia 2023. Di level klub, ia juga sukses mengangkat performa Persija Jakarta yang masih unggul tanpa kekalahan di tiga laga awal musim ini.
Akun-akun seperti @garudafansbook_ dan @futboll_indonesiaa mengecam keras pernyataan itu, menyebutnya sebagai bentuk ketidaktahuan dan ketidakrespek terhadap jasa seorang pelatih yang telah berdedikasi bertahun-tahun untuk sepak bola Indonesia. “Orang yang ia sebut pendatang ini, jauh punya nilai dan kontribusi untuk sepakbola Indonesia dibandingkan orang ini,” tulis salah satu penggemar.
Insiden ini menjadi sorotan nasional, mengingat sepak bola Indonesia tengah berusaha membangun budaya sportivitas dan penghormatan terhadap profesi kepelatihan. Shin Tae-yong, yang sejak 2019 memimpin Timnas dan kini membawa Persija ke puncak klasemen, tetap tenang di tengah badai. Namun, pesan dari publik jelas: kontribusi tidak diukur dari asal, tapi dari hasil.















