Sumbawanews.com,- Pelatih legendaris Indonesia Rexy Mainaky, yang kini menjabat sebagai direktur pelatihan ganda pelatnas Malaysia, menegaskan bahwa timnya akan bertarung dengan semangat tanpa kompromi saat menghadapi Indonesia di perempat final badminton beregu putra Asian Games 2026, Selasa (22/9). Rexy, mantan pasangan Ricky Subagdja, menekankan bahwa para pemain Malaysia tidak boleh terintimidasi oleh status Indonesia sebagai unggulan pertama. Menurutnya, kunci utama bukan pada strategi teknis, melainkan mentalitas: “Saya siap mati di lapangan,” ujar Rexy, menirukan sikap yang ia tanamkan kepada para atletnya.
Malaysia lolos ke babak delapan besar setelah mengalahkan Mongolia 3-0 pada Senin (21/9), sementara Indonesia melaju otomatis tanpa bertanding. Rexy memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji kondisi lapangan lebih awal—mengamati angin, permukaan, dan dinamika permainan—sehingga pemain seperti Aaron Chia dan kawan-kawan bisa melakukan simulasi pertandingan sesuai rencana pelatih. “Kami ingin para pemain merasakan langsung keadaan lapangan, dan memastikan apa yang diinginkan pelatih bisa diterapkan dengan maksimal,” tambahnya.
Dengan keunggulan pengalaman lapangan, Malaysia berharap bisa memanfaatkan setiap detail kecil untuk mengganggu ritme tim Indonesia yang dijagokan. Bagi Rexy, ini bukan sekadar pertandingan—ini adalah ujian mental yang menentukan.















