Home Berita Olah Raga Skuad Mewah atau Sekadar Naturalisasi? Bung Towel Pertanyakan Label Timnas Indonesia

Skuad Mewah atau Sekadar Naturalisasi? Bung Towel Pertanyakan Label Timnas Indonesia

Sumbawanews.com,- Pengamat sepak bola Tommy Welly atau akrab dipanggil Bung Towel mempertanyakan klaim bahwa Timnas Indonesia memiliki skuad “mewah” hanya karena banyaknya pemain naturalisasi. Pernyataan itu disampaikannya pada 21 September 2026 dalam diskusi di YouTube Gocek Bung Towel, saat membahas persiapan Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Ia menegaskan, kualitas tim tidak bisa diukur semata dari jumlah pemain naturalisasi, melainkan harus dilihat dari keseluruhan komposisi, kedalaman, dan kesiapan tim secara menyeluruh.

Bung Towel mengaku bingung ketika netizen sering menyebut skuad Indonesia “mewah” hanya karena memiliki banyak pemain naturalisasi. “Banyak jadi salah nih, suka bilang skuadnya mewah. Mewah tuh apa, ya? Gue agak bingung,” ujarnya. Menurutnya, label itu bisa menyesatkan jika tidak didasari analisis mendalam. Kehadiran pemain naturalisasi memang memberi nilai tambah, tetapi bukan satu-satunya indikator kekuatan tim.

Ia menyoroti tren naturalisasi yang kini semakin marak di Asia Tenggara. Malaysia, Vietnam, bahkan Thailand mulai mengadopsi strategi serupa, meski tidak seintens Indonesia dan Vietnam. Khusus Vietnam, yang sebelumnya enggan menggunakan pendekatan naturalisasi, kini mulai menambah pemain asing naturalisasi ke dalam skuadnya. Ini menjadi tantangan baru bagi Indonesia, karena persaingan di kawasan semakin ketat dan strategis.

Meski demikian, Bung Towel tetap menilai kualitas pemain naturalisasi milik Timnas Indonesia masih lebih unggul dibanding Vietnam—asalkan seluruh pemain tersedia dalam kondisi penuh dan fit. “Menurut gue sih dengan kualitas naturalisasi yang ada, Indonesia masih lebih baik kualitasnya. Kalau semua full komplit ya, full squad,” katanya.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar Timnas Indonesia tidak meremehkan lawan-lawan kecil seperti Singapura. The Lions diketahui memiliki pemain berpengalaman dan ancaman serangan balik yang berbahaya, sehingga menjadi musuh berbahaya di FIFA ASEAN Cup 2026. Persaingan di kawasan kini bukan lagi soal jumlah naturalisasi, tapi bagaimana tim mampu menyatukan kekuatan, strategi, dan mental juara.

Previous articleMaarten Paes Serukan Dukungan Penuh Suporter untuk Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2026