Sumbawanews.com,- Turnamen sepak bola putri Kelompok Usia (KU) 10 dan 12 tahun MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026/2027 Seri 1 Jakarta Raya dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah berakhir dengan hasil spektakuler. Di Jakarta Raya, SDN Gedong 03 dan SDN Cipayung 02 merebut gelar juara KU 10 dan KU 12, sementara di Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I menjuarai KU 10 dan SD Muhammadiyah Sapen sukses mempertahankan gelar KU 12.
Di final KU 10 Jakarta Raya, SDN Gedong 03 menang telak 3-0 atas UPTD SDN Mampang 1, menutup turnamen dengan performa konsisten. Sementara di KU 12, SDN Cipayung 02 menang dramatis lewat adu penalti setelah bermain imbang 2-2 melawan SDN Kebayoran Lama Selatan 19. Ofisial tim, Gildas Syauqillah, menegaskan kemenangan itu berkat mental kuat para pemain yang telah dipersiapkan sejak awal. “Tim pelatih menginstruksikan jangan menyerah. Kami percaya para penendang penalti yang sudah kami latih sejak awal, mentalnya terbangun dengan sangat baik,” ujarnya.
Di Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I merebut gelar KU 10 setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Sapen 3-1, mengakhiri dominasi tim tersebut di kategori itu. Namun, SD Muhammadiyah Sapen bangkit di KU 12 dengan kemenangan 1-0 atas SDN Kalasan 1, mempertahankan gelar juara yang sebelumnya mereka raih.
Program Manager MLSC, Welly Arisanto, menilai dukungan orang tua menjadi pilar penting dalam perkembangan pemain muda. “Yang menarik dan menurut saya luar biasa adalah dukungan orang tua ke peserta yang bertanding sangat antusias. Di setiap seri, di setiap kota pelaksanaan MLSC itu orang tua selalu berperan aktif dan itu penting sekali buat mental para pemain,” katanya.
Head Coach MLSC, Jacksen F. Tiago, juga mengapresiasi peningkatan signifikan dalam kualitas permainan. “Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” ujarnya. Ia menekankan bahwa MLSC bukan sekadar turnamen, tapi bagian dari pembangunan ekosistem sepak bola putri yang berkelanjutan. “Bakti Olahraga Djarum Foundation telah berhasil membuat sepak bola putri benar-benar menggeliat… ini pondasi untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia.”
Dengan munculnya juara baru di Jakarta dan keberlanjutan kejayaan di Yogyakarta, MLSC 2026/2027 Seri 1 membuktikan bahwa bakat-bakat muda putri Indonesia siap bersaing di level nasional.















