Sumbawanews.com,- Seekor induk lumba-lumba bernama Fraggle membawa jenazah anaknya yang baru berusia dua minggu selama enam hari melintasi Samudra Hindia, dalam sebuah peristiwa yang terekam drone oleh Geographe Marine Research, organisasi konservasi Australia. Fraggle, yang sebelumnya kehilangan empat bayinya, terus menggendong jasad anaknya sambil dikelilingi oleh 14 anggota kawanan lainnya yang berenang di sisi kanan dan kirinya sebagai bentuk dukungan. Para peneliti mencatat bahwa anak lumba-lumba itu mengalami laju pernapasan tinggi sebelum meninggal, dan kelahiran di musim dingin di wilayah tersebut sering dikaitkan dengan komplikasi pernapasan akibat suhu udara yang ekstrem. Perilaku ini sejalan dengan catatan ilmiah bahwa setidaknya 20 spesies cetacea, terutama lumba-lumba, menunjukkan bentuk “perilaku perhatian pasca-kematian” — tindakan yang diyakini terkait dengan struktur sosial kompleks dan kapasitas otak yang mendukung emosi mendalam. Tindakan Fraggle, meski melelahkan dan menghambat perburuan, mencerminkan ikatan emosional yang kuat antara induk dan anak, mirip dengan cara manusia berduka. Banyak pengguna media sosial merespons video itu dengan refleksi mendalam tentang cinta, kehilangan, dan kesedihan yang tak terucapkan.















