Sumbawanews.com,- Timnas Indonesia harus menang mutlak melawan Singapura di laga penutup Grup A Piala AFF 2026 untuk menjamin lolos ke semifinal, menyusul hasil imbang Vietnam dan Singapura di pertandingan sebelumnya. Laga ini berlangsung di kandang Singapura, di tengah tekanan psikologis dari media lokal yang memamerkan trofi Piala AFF dan mengganti bendera Merah-putih dengan lambang Belanda dalam unggahan Facebook TMSGoal. Media Singapura juga menggambarkan Timnas Indonesia dengan gambar telur, menyiratkan bahwa tim Garuda belum pernah memenangkan turnamen ini sejak edisi pertama 30 tahun lalu. Kedua insiden itu memicu kemarahan luas di kalangan suporter, namun justru menjadi bahan bakar motivasi bagi skuad besutan John Herdman yang diprediksi akan melakukan tiga perubahan pada starting XI, termasuk kembalinya Thom Haye ke posisi aslinya dan penampilan Cahya Supriadi.
Singapura, yang tampil dominan meski hanya bermain imbang 0-0 melawan Vietnam, menjadi lawan berbahaya di kandang sendiri. Sementara itu, Timnas Indonesia hanya punya satu jalan: menang. Jika gagal, peluang lolos ke semifinal yang berformat dua leg akan hilang. Di balik tekanan itu, muncul kontroversi soal naturalisasi—media Singapura sengaja mengganti bendera Indonesia dengan simbol Belanda, merujuk pada kebijakan naturalisasi sejumlah pemain Garuda dalam beberapa tahun terakhir. Fan Indonesia pun balas menyindir, menyoroti bahwa Singapura sendiri pernah meraih empat gelar Piala AFF dengan skuad yang juga banyak mengandalkan naturalisasi. Namun, di tengah gempuran psywar, semangat suporter tetap menyala. Banyak yang melihat kekalahan telak dari Vietnam sebagai pelajaran berharga, bukan akhir dari mimpi. Dengan skuad yang direvisi dan tekad yang membara, Timnas Indonesia siap menghadapi ujian terberat di babak penyisihan—bukan hanya untuk lolos, tapi untuk membuktikan bahwa sejarah bisa diubah.















