Sumbawanews.com,- Ruben Amorim resmi menjabat sebagai pelatih AC Milan pada pertengahan Juni 2026, dan tak hanya fokus pada taktik latihan, ia aktif mempelajari budaya, sejarah, dan nilai-nilai klub legendaris asal Italia itu. Pria 41 tahun ini, yang sebelumnya melatih Manchester United hingga Januari 2026, mengaku telah lama menjadi penggemar Milan sejak kecil dan berkomitmen untuk menghormati warisan klub dengan cara yang autentik. Dalam wawancaranya, Amorim menyebut bahwa kehadirannya di Milan bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi juga bagaimana ia merepresentasikan kota mode dan identitas klub melalui perilaku, gaya, dan sikap. Ia rutin berdiskusi dengan legenda seperti Massaro dan Baresi untuk memahami esensi di balik simbol-simbol klub, termasuk bagaimana seorang pelatih harus berpenampilan dan bersikap sebagai bagian dari tradisi Milan. “Ini bukan masa lalu, tapi masa depan yang harus kami bangun bersama,” tegasnya, menegaskan bahwa penghargaan terhadap sejarah adalah fondasi untuk menciptakan era baru.
Amorim juga menekankan bahwa tekanan untuk tampil sesuai ekspektasi Milan datang bukan hanya dari suporter, tapi juga dari staf internal yang mengingatkannya bahwa di sini, cara berpakaian, berbicara, dan bahkan berjalan di depan kamera, adalah bagian dari peran sebagai pelatih. Ia menyadari bahwa keberhasilan di San Siro tidak bisa diukur hanya dari poin di klasemen, tapi juga dari sejauh mana ia mampu menjadi simbol yang selaras dengan jati diri klub. Dengan pendekatan ini, Amorim menunjukkan bahwa ia siap memikul beban lebih dari sekadar tugas teknis—ia ingin menjadi bagian dari legenda Milan, bukan sekadar pelatih yang lewat.















