Sumbawanews.com,- Perusahaan pertahanan terbesar dunia, termasuk Lockheed Martin dan BAE Systems, mengalirkan investasi senilai 4,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp74,2 triliun sepanjang 2026 ke startup pengembang drone, robot maritim, sensor, kecerdasan buatan, dan sistem tempur otonom. Investasi ini mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah menurut Dealroom, menandai pergeseran strategis dari platform militer konvensional seperti pesawat tempur dan kapal perang menuju teknologi yang lebih cepat dikembangkan dan diadopsi. Perubahan ini didorong oleh pengalaman konflik terkini, terutama di Ukraina, yang menunjukkan efektivitas drone murah, rudal pencegat, dan sistem nirawak yang mampu mengubah medan perang tanpa memerlukan investasi miliaran dolar. Gwen Billon dari bank investasi PJT menekankan bahwa teknologi disruptif ini tidak akan hilang setelah konflik berakhir, sehingga perusahaan pertahanan besar berlomba memastikan akses awal terhadap inovasi tersebut.
Seluruh transaksi di industri pertahanan global—termasuk merger, akuisisi, dan pendanaan—telah mencapai lebih dari 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp723,5 triliun pada 2026, mendekati rekor tahunan 2019 yang mencapai 59 miliar dolar AS. Pameran Farnborough International Airshow 2026 di Inggris mencatat separuh dari 1.636 pesertanya berasal dari sektor pertahanan, proporsi tertinggi dalam sejarah acara yang sebelumnya didominasi penerbangan sipil. Lebih dari 650 investor dan pengelola dana dari 350 lembaga keuangan hadir, menegaskan bahwa teknologi pertahanan kini dianggap sebagai salah satu sektor investasi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.















