Sumbawanews.com,- Pelatih Persebaya Surabaya, Fernando Jose Bernardo Tavares, mengaku lebih takut kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan dasar tim dan keluarganya daripada khawatir strateginya akan dianalisis lawan. Pernyataan itu disampaikannya di sela latihan tim di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (28/7), menyusul sejumlah laga pramusim yang telah dijalani Persebaya, termasuk laga persahabatan melawan PSIS Semarang dan partisipasi dalam Piala Presiden 2026.
Tavares menegaskan, dalam sepak bola, ketakutan seharusnya bukan pada kebocoran gaya bermain, melainkan pada kenyataan hidup yang lebih mendasar: ketiadaan uang untuk makan, membeli kebutuhan, atau memberi nafkah. “Takut? Tidak. Di sepak bola, kita tidak takut. Ada banyak hal yang lebih penting daripada sepak bola. Seperti tidak memiliki uang, tidak memiliki uang untuk membeli barang, untuk memberikan ke keluarga, tidak memiliki makanan,” ujarnya.
Meski menyadari bahwa banyaknya laga pramusim membuka peluang bagi tim lawan untuk mempelajari pola permainan Bajol Ijo, ia menilai hal itu belum menjadi ancaman mendesak. Kompetisi Super League baru akan dimulai pada September 2026, memberi waktu lebih dari sebulan bagi Persebaya untuk membalikkan analisis itu menjadi keuntungan.
“Kita juga akan memiliki waktu untuk menganalisa tim lawan di sana,” kata Tavares. Ia menekankan bahwa fokus utamanya kini bukan pada lawan, melainkan pada evaluasi internal: menilai pemain mana yang tampil konsisten, stabil, dan mampu memberikan keamanan menjelang laga resmi.
“Dan sejujurnya saat ini, pertanyaan saya berada di tim kita. Coba melihat siapa pemain yang memiliki performa terbaik. Pemain yang bisa memberi kita lebih banyak keamanan untuk mendekati Super League,” pungkasnya.















