Sumbawanews.com,- Chelsea memulai era baru di bawah kepemimpinan Xabi Alonso dengan fokus pada pembangunan jangka panjang, bukan target instan, menyusul musim buruk di Premier League musim lalu. Pelatih asal Spanyol itu resmi mengambil alih tim pada awal Juli 2026, setelah sebelumnya mengakhiri masa jabatan Liam Rosenior yang gagal membawa The Blues masuk ke kompetisi Eropa. Alonso, yang baru memulai petualangan kepelatihannya di level klub top Eropa, menekankan pentingnya kesabaran dari para suporter sambil membangun tim dengan sejumlah rekrutan baru seperti Marco Palestra, Geovany Quenda, dan Morgan Rogers—pemain yang dibeli dengan rekor transfer terbesar klub di Inggris.
Dalam konferensi pers di Stamford Bridge, Alonso menegaskan bahwa ia tidak ingin mematok posisi spesifik di klasemen Premier League untuk musim ini. “Kami tidak ingin bicara terlalu dini soal target. Kami ingin menjalani musim yang bagus, pantas ada setinggi mungkin, dan untuk itu kami harus kerja keras,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perubahan besar—mulai dari pemain, pelatih, hingga filosofi permainan—membutuhkan waktu untuk menyatu, meski energi di dalam tim saat ini terasa positif dan para pemain menunjukkan semangat tinggi.
Chelsea sendiri tengah menjalani tur pramusim di Australia sebagai bagian dari persiapan menyambut musim kompetitif. Alonso, yang dikenal dengan pendekatan taktis dan disiplin, berkomitmen untuk membangun identitas permainan yang konsisten, meski belum menargetkan gelar atau tempat empat besar. Ia percaya bahwa fondasi kuat akan lahir dari kerja keras berkelanjutan, bukan dari tekanan hasil jangka pendek.
Dengan rekrutmen strategis dan visi jelas, Alonso berharap para suporter bisa memberinya ruang untuk membangun kembali Chelsea sesuai prinsipnya—perlahan, namun pasti.















