Sumbawanews.com,- Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi menunjuk Paolo Maldini sebagai Direktur Teknis Timnas Italia, memberinya otoritas penuh atas seluruh program pengembangan tim nasional, mulai dari tim senior hingga semua kategori usia. Keputusan ini diumumkan pada Senin, 13 Juli 2026, sebagai bagian dari reformasi besar-besaran setelah kegagalan timnas lolos ke Piala Dunia 2026. Maldini, legenda hidup AC Milan, akan bekerja sama dengan Leonardo Araujo sebagai penasihat teknis dalam misi membangun kembali identitas sepak bola Italia selama empat tahun ke depan. Presiden FIGC Giovanni Malago menegaskan, penunjukan Maldini adalah prioritas utamanya sejak memimpin federasi, mengingat integritas, pengalaman, dan visi jangka panjang sang kapten.
Malago menekankan bahwa Maldini bukan sekadar figur simbolis, melainkan pemimpin strategis yang akan mengendalikan seluruh aspek teknis—mulai dari rekrutmen, pelatihan, hingga alur pengembangan pemain muda. Keputusan ini menandai pergeseran signifikan dari model sebelumnya yang terfragmentasi, di mana pelatih senior dan akademi bekerja secara terpisah. Dengan wewenang penuh, Maldini diharapkan bisa menyatukan filosofi permainan dari level dasar hingga tim utama, menciptakan sistem berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai pertahanan, disiplin, dan kecerdasan taktis yang menjadi ciri khas sepak bola Italia.
Penunjukan ini juga menjadi respons langsung atas kegagalan timnas di kualifikasi Piala Dunia 2026, yang memicu pengunduran diri mantan presiden FIGC Gabriele Gravina. Malago, yang menggantikannya, menilai Maldini sebagai satu-satunya sosok yang mampu membangun kepercayaan publik sekaligus memperbaiki struktur teknis yang telah lama tergerus. Nama Maldini, yang selama puluhan tahun menjadi simbol kesetiaan dan profesionalisme, dianggap mampu menjadi jembatan antara masa kejayaan Italia di era 2006 dan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, Antonio Conte dikabarkan akan segera diumumkan sebagai pelatih kepala tim senior, dengan tugas menjalankan rencana teknis yang dirancang Maldini. Keduanya akan menjadi roda penggerak utama dalam upaya mengembalikan kejayaan Gli Azzurri, terutama menjelang Piala Dunia 2030. Dengan struktur baru ini, FIGC berkomitmen untuk tidak lagi mengandalkan solusi jangka pendek, melainkan membangun fondasi jangka panjang yang berkelanjutan.















