Sumbawanews.com,- Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina yang berakhir 2-3 memicu kemarahan besar dari tim dan federasi sepak bola Mesir. Wasit Francois Letexier menjadi pusat kontroversi setelah sejumlah keputusan kontroversial dinilai merugikan tim The Pharaohs, termasuk gol yang dianulir VAR dan pelanggaran berulang yang tak dihukum, membuat Mesir gagal melaju ke perempat final.
Federasi Sepak Bola Mesir (EFA), pelatih Hossam Hassan, serta para pemain menilai lima keputusan wasit secara signifikan memengaruhi jalannya laga. Pertama, Nicolas Tagliafico dua kali melakukan tekel keras terhadap Haissem Hassan pada menit ke-7 dan ke-48 tanpa mendapat kartu kuning. Kedua, Cristian Romero lolos dari hukuman setelah menekel Emam Ashour di menit ke-21 dan Mohamed Salah di menit ke-45. Ketiga, gol kedua Mesir oleh Mostafa Ziko dianulir VAR karena dianggap ada pelanggaran oleh Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez dalam proses serangan. Keempat, Julian Alvarez mendorong Ramy Rabia hingga membuat bek Mesir sesak napas pada menit ke-48, namun tak ada kartu yang diberikan. Kelima, insiden pelanggaran terhadap Mohamed Salah di menit ke-92, tepat sebelum gol penentu Enzo Fernandez, tidak ditinjau oleh VAR meski jelas terlihat oleh penonton dan pemain.
Kekalahan ini bukan hanya menutup mimpi Mesir untuk melangkah lebih jauh, tetapi juga memicu protes resmi dari EFA yang menyatakan tim mereka diperlakukan tidak adil. Pelatih Hossam Hassan menegaskan bahwa hasil pertandingan bertentangan dengan prinsip fair play yang menjadi fondasi FIFA. Sejumlah pihak pun mendesak agar FIFA meninjau ulang kinerja wasit dalam laga bersejarah ini.
Mesir kini bersiap mengajukan tuntutan resmi kepada FIFA, sementara Argentina melangkah ke perempat final dengan kemenangan dramatis yang tetap diselimuti tanda tanya besar dari dunia sepak bola.













