Home Serba Serbi Tekno Warga Tangerang Dikepung Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin, Sebagian Mengungsi

Warga Tangerang Dikepung Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin, Sebagian Mengungsi

Sumbawanews.com,- Kampung Pulo Babulak, Desa Rajeg Mulya, Kabupaten Tangerang, masih diselimuti asap pekat pada Selasa, 7 Juli 2026, tujuh hari setelah kebakaran melanda TPA Jatiwaringin yang luasnya sekitar 33 hektare. Meski asap belum hilang, aktivitas warga di kampung yang berjarak satu kilometer dari lokasi kebakaran berjalan normal—pedagang tetap berjualan di tepi jalan, dan warga bergerak bebas di luar rumah. Namun, sebagian warga lain, khususnya dari Kampung Pulo Jungkel, memilih mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar setelah kebakaran terjadi pada 30 Juni 2026 pukul 10.30. Endi, 50, warga Pulo Babulak, mengaku baru kembali berjualan es kelapa muda setelah seminggu bersembunyi di rumah, karena tidak ada arahan resmi untuk mengungsi. “Kami ngumpet aja di rumah, tidak ada yang mengungsi, karena tidak ada arahan lurah,” katanya. Ia khawatir orang tua dan cucunya yang rentan terpapar asap sampah, namun tidak ada bantuan masker atau evakuasi sistematis selain pada hari pertama. Sementara itu, Encam, 54, warga Pulo Jungkel yang mengungsi, menceritakan menyaksikan api membakar TPA dari dapur rumahnya yang berdekatan. “Api gede banget, saya gemetar,” ujarnya. Ia baru pergi mengungsi 3,5 jam setelah kebakaran, dan sempat kembali ke rumah tengah malam—menemukan asap masuk ke dalam rumah, membuat napas sesak dan mata perih. Pengungsian yang dipicu arahan perangkat desa itu menampung 334 warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, dengan 95 di antaranya terdiagnosis ISPA. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan, warga diminta tetap mengungsi hingga asap benar-benar hilang dan TPA dinyatakan aman, dengan jaminan makanan, vitamin, dan layanan kesehatan tersedia.

Previous articleMichael Olise vs Achraf Hakimi: Duel Sayap Penentu Prancis Lawan Maroko
Next articleEnzo Fernandez Catat Momen Paling Emosional di Piala Dunia 2026