Sumbawanews.com,- Lionel Messi mencetak gol penyeimbang di menit ke-83 dan memimpin Argentina meraih kemenangan 3-2 atas Mesir dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Selasa, 7 Juli 2026, setelah sebelumnya gagal mengeksekusi penalti dan memikul beban rasa bersalah yang berat.
Messi awalnya tampil suram setelah tendangan penaltinya gagal membuahkan gol, membuat Argentina tertinggal 0-2 di menit ke-67. Namun, ia bangkit dengan mencetak gol penyama kedudukan setelah Cristian Romero lebih dulu memperkecil deficit. Enzo Fernández kemudian menutup kemenangan Argentina lewat sundulan di masa injury time. Selebrasi Messi di sudut lapangan bukan sekadar kegembiraan, tapi pelepasan emosi setelah melewati momen paling berat dalam karirnya di turnamen ini. Ia mengaku marah dan merasa mengecewakan tim karena kesalahan di titik penalti, tetapi bersyukur diberi kesempatan memperbaiki kesalahan.
Gol itu memperpanjang rekor Messi sebagai pemain yang selalu mencetak gol dalam sembilan partai Piala Dunia berturut-turut, sekaligus menjadi gol keenamnya secara beruntun di fase gugur turnamen ini. Setelah peluit panjang berbunyi, Messi terharu hingga air mata mengalir saat dikerumuni rekan-rekannya, termasuk Lautaro Martínez dan Julián Álvarez, yang mengangkatnya di tengah lapangan sebagai simbol penghormatan atas ketahanan mentalnya. Pelatih Lionel Scaloni menegaskan semangat sang kapten tetap menyala meski usianya kini memasuki fase akhir karier.
Argentina melangkah ke perempat final menghadapi Swiss, sementara Messi kembali membuktikan bahwa legenda bukanlah sosok tanpa cacat, tapi mereka yang berani bangkit dari kegagalan.















