Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, terancam dikenai sanksi dari FIFA setelah meludahi seorang suporter Argentina yang mengibarkan bendera Israel di hadapannya, pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu (8/7/2026) dini hari WIB. Insiden itu terjadi setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan Argentina 3-2, dan memicu kontroversi di luar lapangan.
Hassan, yang dikenal vokal mendukung hak-hak rakyat Palestina, menyatakan bahwa tindakannya adalah reaksi manusiawi terhadap simbol yang ia anggap sebagai provokasi politik. Dalam pernyataan sebelumnya, ia menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi alat menyuarakan kemanusiaan, terutama bagi warga sipil Palestina yang terpinggirkan. Namun, tindakan meludahi suporter—meski dipicu emosi—melanggar kode etik FIFA yang melarang perilaku agresif atau tidak sportif dari ofisial tim, termasuk pelatih.
Video insiden itu beredar luas di media sosial, memperlihatkan Hassan yang secara eksplisit meludah ke arah sekelompok suporter Argentina yang memegang bendera Israel di dekat bench tim. FIFA dikabarkan sedang mengkaji bukti visual dan laporan wasit untuk menentukan sanksi yang mungkin diberikan, termasuk denda atau larangan mendampingi tim dalam laga berikutnya.
Sementara itu, Hassan tetap mempertahankan posisinya bahwa ia tidak pernah melepaskan kemanusiaannya demi kepentingan politik. “Sebelum menjadi Arab, Muslim, atau apa pun, saya adalah manusia,” ujarnya, seperti dikutip Reuters. Ia menekankan bahwa pesan yang ingin disampaikannya bukanlah kebencian, melainkan permohonan agar dunia tidak diam terhadap penderitaan rakyat Palestina.
FIFA belum memberikan pernyataan resmi, tetapi sumber dari Give Me Sport menyebut bahwa tindakan Hassan berpotensi mendapat hukuman serius. Sementara itu, para pendukungnya di Timur Tengah memuji keberaniannya, sementara sebagian pihak di Eropa menilai tindakan itu tidak bisa dibenarkan, terlepas dari konteksnya.















