Sumbawanews.com,- Argentina melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Mesir dalam laga babak 16 besar, namun kemenangan itu dikelilingi kontroversi terkait keputusan VAR yang membatalkan gol Mostafa Zico. Keputusan itu menimbulkan protes luas, karena insiden pelanggaran yang menjadi dasar pembatalan—yakni tarikan jersey dan injakan kaki oleh pemain Mesir Attia terhadap pemain Argentina—dianggap tidak konsisten dengan standar toleransi kontak fisik yang diterapkan sepanjang turnamen. FIFA melalui Kepala Komite Wasit Pierluigi Collina sebelumnya menegaskan bahwa kontak fisik yang masih wajar harus dibiarkan demi menjaga ritme permainan, dan data menunjukkan jumlah pelanggaran yang ditiup wasit turun signifikan dibanding edisi sebelumnya. Namun, dalam kasus gol Zico, VAR tetap mengambil intervensi meski pelanggaran terjadi 17 detik sebelum bola masuk, sementara insiden serupa di pertandingan lain—seperti saat Aleksandar Pavlovic mengenai kepala Pedro Vite dalam proses gol Leroy Sane—tidak dihukum.
Perdebatan semakin memanas ketika pelatih Mesir menuding keputusan itu memihak Argentina, sementara sejumlah analis menyoroti ketidakseragaman penerapan aturan VAR. Meski gol Zico dianulir, Argentina tetap menang dan melaju ke babak delapan besar, memperpanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.















