Sumbawanews.com,- Pada Selasa, 7 Juli 2026, Cristiano Ronaldo mengakhiri perjalanan karier internasionalnya di panggung Piala Dunia dengan air mata, setelah Portugal dikalahkan 0-1 oleh Spanyol di Stadion Dallas. Nomor punggung 7 yang selama ini menjadi simbol kejayaan sang legenda—dikenal sebagai CR7—berubah menjadi tanda perpisahan yang menyakitkan, saat ia meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk dan langkah lesu. Pertandingan 16 besar itu sekaligus menjadi penutup emosional bagi Ronaldo di ajang tertinggi sepak bola dunia, di hari yang secara simbolis identik dengan dirinya. Sementara itu, Lionel Messi justru meraih momentum terbaiknya, mengoleksi tujuh gol dan memimpin perburuan Sepatu Emas, menciptakan kontras yang tak terhindarkan antara akhir satu era dan awal harapan baru.
Ronaldo, yang sejak awal karier memakai jersey nomor 7 di klub dan tim nasional, tak mampu mencetak gol dalam laga penentu ini. Kekalahan Portugal bukan hanya menghentikan ambisi timnya untuk melangkah ke perempat final, tetapi juga menutup kemungkinan terakhirnya untuk meraih gelar Piala Dunia—impian yang terus menghantui sepanjang 20 tahun karier di level internasional. Di sisi lain, Messi yang kini menjadi pencetak gol terbanyak di turnamen ini, menjadi saksi bisu sekaligus simbol peralihan kekuasaan di puncak sepak bola dunia.
Bruno Fernandes, kapten sementara Portugal usai Ronaldo ditarik, mengakui keunggulan Spanyol sebagai tim yang lebih siap dan layak menang. Sementara itu, para penggemar di seluruh dunia menyaksikan momen langka: sang megabintang yang selama ini identik dengan keabadian di lapangan, kini harus mengucapkan selamat tinggal dengan diam dan air mata.
Angka 7, yang dulu melambangkan rekor, gol, dan kehebatan, kini menjadi penanda akhir dari sebuah legenda yang tak lagi bisa menulis babak baru di Piala Dunia.















