Sumbawanews.com,- Meksiko – Piero Hincapie menjadi pemain kedua yang dikenai kartu merah akibat melanggar aturan baru FIFA yang melarang pemain menutupi mulut saat beradu argumen. Insiden terjadi pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Ekuador di Stadion Azteca, Rabu (1/7/2026) WIB.
Ketegangan memuncak menjelang peluit panjang, ketika bek Ekuador itu menutupi mulutnya saat berbantah dengan penyerang Meksiko, Santi Gimenez. Melalui VAR, wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, meninjau ulang insiden tersebut dan memutuskan memberikan kartu merah langsung — tanpa kartu kuning terlebih dahulu.
Kartu merah itu tak hanya membuat Hincapie absen di sisa laga, tetapi juga menyiratkan kegagalan Ekuador untuk membalikkan keunggulan Meksiko yang sudah unggul 2-0. Gol-gol Julian Quinones pada menit ke-23 dan ke-68 memastikan El Tricolor melangkah ke babak 16 besar, sementara Ekuador tersingkir dengan duka.
Ini bukan kali pertama aturan baru FIFA ini diterapkan. Sebelumnya, gelandang Paraguay Miguel Almiron menjadi korban pertama pada laga fase grup saat ia menutupi mulut saat berdebat dengan bek Turki Mert Muldur. Kedua kasus itu menjadi bukti nyata bahwa FIFA serius menerapkan regulasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat transparansi komunikasi di lapangan.
Regulasi ini lahir dari tekanan global setelah kasus dugaan ujaran rasial Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior di Liga Champions awal tahun ini. FIFA ingin memastikan tidak ada ruang bagi pelecehan verbal yang tak terdeteksi — termasuk saat pemain sengaja menutup mulut agar tidak terdengar oleh wasit atau kamera.
Meski menuai pro dan kontra, keputusan tersebut kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika pertandingan Piala Dunia 2026. Bagi sebagian, ini langkah maju dalam memerangi diskriminasi; bagi yang lain, terlalu ketat dan mengabaikan konteks emosional dalam olahraga.
Namun, satu hal yang pasti: di panggung sepak bola dunia, mulut tak lagi bisa sembarangan ditutup.















