Sumbawanews.com,- Timnas Prancis melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Swedia dengan skor 3-0 dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, pada Rabu dini hari, 1 Juli 2026. Kemenangan meyakinkan ini diraih berkat brace Kylian Mbappe dan gol Bradley Barcola yang menutup dominasi penuh Les Blues di lapangan.
Gol pertama datang di menit ke-45, ketika Mbappe memanfaatkan umpan terobosan Ousmane Dembele untuk meledakkan jaring gawang Swedia. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski Prancis terus menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola 63 persen dan sejumlah peluang emas yang gagal dieksekusi.
Di awal babak kedua, tekanan Prancis tak mereda. Di menit ke-53, Bradley Barcola membuka skor kedua setelah menerima umpan terobosan tajam dari Michael Olise, lalu mengecoh dua pemain belakang Swedia sebelum melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang. Kekalahan Swedia semakin terasa ketika Mbappe kembali menunjukkan kegemilangannya di menit ke-74, mencetak gol kedua sekaligus menutup kemenangan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.
Dengan kemenangan ini, Prancis melaju ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Paraguay pada Senin, 5 Juli 2026, di Lincoln Financial Field, Philadelphia. Sementara itu, Swedia harus pulang lebih awal, gagal melanjutkan mimpi meraih trofi setelah tampil solid di fase grup.
Didier Deschamps, pelatih Prancis, memuji kedisiplinan timnya di pertahanan meski serangan terkadang terhambat oleh benteng pertahanan Swedia yang kokoh. “Mereka tidak menyerah, tapi kami tahu bahwa satu gol akan mengubah segalanya. Dan ketika itu terjadi, kami tidak memberi ruang lagi,” ujarnya usai laga.
Mbappe, yang kini menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2026 dengan lima gol, kembali menegaskan statusnya sebagai mesin pencetak gol generasi terbaru. Di sisi lain, Bradley Barcola—pemain muda yang baru saja dipercaya start oleh pelatih—berhasil membuktikan diri sebagai ancaman baru di sayap kiri Les Bleus.
Laga ini menjadi penutup sempurna bagi Prancis dalam fase knockout, sekaligus peringatan keras bagi tim-tim lain bahwa kekuatan tim berlabel “Les Blues” belum memudar. Dengan Mbappe yang semakin matang, dan lini tengah yang terus berkembang, Prancis tampak siap melangkah lebih jauh—menuju final yang menjadi tujuan utama mereka sejak babak pembuka.















