Home Berita Olah Raga Prancis Waspadai Nasib Jerman dan Belanda di Piala Dunia 2026

Prancis Waspadai Nasib Jerman dan Belanda di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, memperingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026, usai Jerman dan Belanda tersingkir secara mengejutkan di tahap yang sama. Laga antara Les Bleus melawan The Swedes akan digelar di Stadion New York New Jersey, Rabu, 1 Juli 2026, pukul 04.00 WIB.

Deschamps, yang telah menangani Prancis sejak 2012, menekankan bahwa kesempurnaan di fase grup—di mana timnya menang mutlak atas Senegal, Irak, dan Norwegia—tidak menjamin kelancaran di babak gugur. “Kami telah meraih sembilan poin, tapi itu tidak memberi kami keunggulan apapun. Di sini, satu kekalahan berarti akhir perjalanan,” ujarnya, mengutip laman resmi FIFA.

Ketegangan itu semakin terasa setelah dua raksasa Eropa, Jerman dan Belanda, sama-sama gagal melaju setelah kalah dalam adu penalti—Jerman dikalahkan Paraguay 2-3, sementara Belanda tumbang oleh Maroko dengan skor yang sama. “Kami tidak ingin menjadi tim berikutnya yang pulang lebih awal,” tegas Deschamps. “Ini bukan soal tekanan, tapi soal kesadaran. Setiap bola, setiap umpan, setiap keputusan bisa menentukan nasib kami.”

Meski diunggulkan berkat kekuatan lini serang yang dipimpin Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé, Deschamps mengingatkan bahwa Swedia bukan lawan sembarangan. Tim Skandinavia itu mengalahkan Pantai Gading 2-1 dalam laga yang menentukan, dengan gol dari Antonio Nusa dan Erling Haaland, serta menyisakan catatan defensif solid yang bisa menjadi tantangan nyata bagi pasukan Prancis.

Ini adalah pertandingan fase gugur kesembilan belas yang dihadapi Deschamps bersama Prancis di turnamen besar. Pengalaman pahitnya—dari final Euro 2016 yang hilang melawan Portugal, tersingkir di babak 16 besar Euro 2020, hingga kekalahan di semifinal Euro 2024 dari Spanyol—menjadikannya sosok yang sangat memahami betapa rapuhnya ambisi di turnamen ini.

“Kami tidak takut, tapi kami juga tidak sombong,” katanya. “Kemenangan di fase grup adalah awal. Kemenangan di babak ini adalah syarat untuk melanjutkan mimpi.”

Prancis, juara bertahan Piala Dunia 2018 dan runner-up pada 2022, berusaha menghindari sejarah buruk yang baru saja menimpa Jerman dan Belanda. Bagi Deschamps, ini bukan sekadar pertandingan, tapi ujian kematangan mental timnya. Dan di tengah ramai-ramainya sorotan pada Mbappé dan bintang-bintang muda lainnya, sang pelatih menekankan satu hal: fokus, disiplin, dan rasa hormat—bukan hanya terhadap lawan, tapi terhadap tanggung jawab sebagai juara.

Previous articleTimnas Prancis Hadapi Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026, Mbappé Siap Lepas Tembakan
Next articleRamalan Maradona Soal Komersialisasi Piala Dunia Kembali Dibicarakan