Home Berita Olah Raga Arda Güler Pecah Rekor, Cetak Gol Pertama di Piala Dunia

Arda Güler Pecah Rekor, Cetak Gol Pertama di Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Turki menelan kekalahan 3-2 dari Amerika Serikat dalam laga penutup Grup D Piala Dunia 2026 di Jakarta, Jumat (26/6), namun kekalahan itu tak mengaburkan momen bersejarah bagi salah satu bintang muda mereka. Arda Güler, pemain Real Madrid berusia 21 tahun 120 hari, mencetak gol pertamanya di ajang Piala Dunia pada menit ke-10, sekaligus menjadi pemain termuda sepanjang sejarah timnas Turki yang berhasil mencetak gol di turnamen global ini.

Gol tersebut lahir dari kecepatan dan ketajaman yang khas. Menerima umpan silang dari Orkun Kökçü di kotak terlarang, Güler melepaskan tembakan keras yang melesat tepat di sisi kanan gawang penjaga gawang AS, menyamakan kedudukan 1-1 setelah sebelumnya tim tamu unggul lebih dulu. Gol itu bukan sekadar pelipur lara bagi Turki yang sudah pasti tersingkir—ia menjadi tonggak sejarah.

Sebelumnya, rekor pemain termuda Turki yang mencetak gol di Piala Dunia dipegang oleh Emre Belözoğlu sejak 2002, dengan usia 21 tahun 275 hari. Güler memotong rekor itu hingga lebih dari 150 hari, menegaskan statusnya sebagai generasi emas yang lahir di era baru sepak bola Turki.

Meski timnya gagal melangkah ke babak 32 besar, Güler tetap menjadi sosok yang tak tergantikan. Ia menjadi satu-satunya pemain Turki yang tampil penuh di semua tiga laga fase grup, mencatatkan 10 tembakan—jumlah terbanyak di antara rekan-rekannya—dan akhirnya membuahkan satu gol yang dinanti-nantikan.

Kini, dengan performa konsisten dan mentalitas juara yang mulai terbentuk, nama Arda Güler tak lagi sekadar dianggap sebagai prodigies yang menjanjikan. Ia telah membuktikan diri di panggung terbesar. Bagi Turki, yang kini tengah membangun kembali identitasnya di kancah internasional, Güler mungkin bukan hanya harapan masa depan—tapi already menjadi bendera.

Di luar catatan statistik dan rekor usia, golnya adalah simbol: bahwa di tengah kekalahan, masih ada cahaya yang bisa dinyalakan oleh seorang remaja berbakat yang tak takut menanggung beban. Dan mungkin, di Piala Dunia 2030, ia akan datang bukan lagi sebagai pemain muda yang mengejar mimpi—tapi sebagai kapten yang membawa timnya menembus babak gugur.

Previous articleFormula 1 2026: Balapan Sengit di Red Bull Ring Tampil di VISION+
Next articleMees Hilgers Mangkir Latihan, FC Twente Siap Tindak Tegas