Home Berita Olah Raga Ronaldo dan Messi, Rekor Jeda Gol yang Sama di Piala Dunia

Ronaldo dan Messi, Rekor Jeda Gol yang Sama di Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Di tengah perdebatan abadi tentang siapa yang lebih hebat, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mencatat satu kejadian langka yang menyatukan mereka: jeda waktu antara dua gol terakhir mereka di Piala Dunia ternyata identik, tepat 1.984 hari.

Ronaldo mencetak gol terakhirnya di ajang Piala Dunia pada 2 Desember 2022, saat Portugal mengalahkan Ghana 2-1 di Qatar. Gol itu menjadi penutup penampilannya di turnamen empat tahunan itu, sekaligus gol ke-12 dalam karier Piala Dunia-nya. Sementara Messi, yang memimpin Argentina meraih gelar juara di turnamen yang sama, mencetak gol terakhirnya pada 18 Desember 2022, saat mengalahkan Prancis 3-3 (4-2 adu penalti) di final. Gol itu adalah gol ke-13-nya di Piala Dunia.

Kedua pemain ini, yang masing-masing berusia 37 dan 36 tahun saat itu, tidak lagi tampil di Piala Dunia setelah 2022. Dengan demikian, jeda waktu antara gol terakhir mereka di Piala Dunia dan waktu terakhir mereka mencetak gol di turnamen itu—dihitung dari pertandingan sebelumnya—sama persis: 1.984 hari.

Ronaldo sebelumnya mencetak gol di Piala Dunia 2018 pada 25 Juni 2018, saat Portugal menang 2-1 atas Iran. Messi mencetak gol terakhir sebelum 2022 pada 30 November 2018, saat Argentina menang 2-1 atas Islandia. Dari rentang waktu itu hingga gol terakhir mereka di Qatar 2022, keduanya menunggu tepat 1.984 hari untuk kembali mencetak gol di ajang tertinggi sepak bola dunia.

Rekor ini bukan sekadar kebetulan statistik. Ia menjadi simbol ketahanan, konsistensi, dan keabadian dua legenda yang bertahan di puncak dunia selama lebih dari satu dekade. Meski kini sudah pensiun dari Piala Dunia, jejak mereka di lapangan tetap menjadi acuan generasi mendatang—bahkan dalam hal yang paling detail sekalipun: waktu antara satu gol dan gol berikutnya.

Previous articleTiyo Eks Ketua BEM UGM Tak Laporkan Pelacak di Mobil, Sebut Ini Bentuk Intimidasi
Next articleParasetamol Bukan Pupuk, Dosen IPB Peringatkan Risiko Lingkungan