Home Berita Nasional BEM Trisakti Ancam Gelar Aksi Baru Jika Tuntutan Diabaikan

BEM Trisakti Ancam Gelar Aksi Baru Jika Tuntutan Diabaikan

Sumbawanews.com,- Mahasiswa Universitas Trisakti melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) mengancam akan kembali menggelar aksi massa jika tuntutan mereka belum direspons serius oleh pemerintah dan DPR dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan. Presiden BEM Trisakti, Dhenni Ribowo, menegaskan bahwa pihaknya tidak menetapkan batas waktu tegas, tetapi menuntut perubahan nyata—bukan sekadar janji kosong.

“Bila dalam seminggu hingga dua minggu ini tidak ada perubahan, atau malah keadaan memburuk, rakyat pasti akan berteriak sendiri,” ujar Dhenni, menekankan bahwa aksi massa bukan pilihan pertama, tapi akan menjadi konsekuensi logis jika dialog terus terhenti.

Aksi sebelumnya, yang digelar pada Jumat, 19 Juni 2026, di depan Gedung DPR, diikuti oleh sejumlah elemen mahasiswa dari Trisakti, Esa Unggul, Mercu Buana, dan HMI MPO. Mereka menuntut tiga hal utama: pemulihan ekonomi dan stabilitas politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat negara, serta pengembalian supremasi sipil—terutama terkait isu militerisme di Papua yang diangkat lewat film dokumenter *Pesta Babi*. Namun, tuntutan terakhir ini hingga kini belum mendapat jawaban jelas dari pihak DPR.

Di sisi lain, sejumlah tuntutan lain mendapat respons. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait kelangkaan BBM bersubsidi dan kenaikan harga BBM non-subsidi. Bahlil dikabarkan berjanji akan segera menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat. Selain itu, Dasco juga menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara. Hasil penyisiran anggaran BGN menunjukkan potensi penghematan hingga Rp70 triliun akibat ketidakefisienan program tersebut.

Tuntutan lain yang mendapat perhatian adalah pembebasan 15 mahasiswa Trisakti yang ditetapkan sebagai tersangka akibat kericuhan dalam aksi memperingati 27 tahun Tragedi Reformasi di Balai Kota DKI Jakarta pada 21 Mei 2025. Ketua Komisi III DPR Habiburokhman dikabarkan tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini. Dua mahasiswa dari Mercu Buana yang sempat ditahan saat hendak menuju Gedung DPR juga disebut akan segera dibebaskan.

Meski sebagian tuntutan mendapat respons, BEM Trisakti tetap bersikeras bahwa kata-kata tidak cukup tanpa tindakan nyata. “Kami tidak menutup kemungkinan untuk kembali turun ke jalan,” tegas Dhenni. “Kami tidak berdemo untuk berdemo. Kami berdemo karena rakyat sudah lelah menunggu.”

Dengan latar belakang kekhawatiran akan krisis ekonomi, ketidakpercayaan terhadap elit politik, dan semakin menguatnya gerakan mahasiswa sebagai penjaga demokrasi, ancaman aksi baru dari Trisakti bukan sekadar pernyataan simbolis—melainkan sinyal serius bahwa tekanan publik terhadap pemerintah mulai memasuki fase kritis.

Previous articleGencatan Senjata Belum Basah, Israel Serang Lebanon
Next articleRachmat Hidayat Resmikan Rumah Aspirasi di Lombok Timur, Buka Ruang Aduan untuk Seluruh Rakyat
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.