Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan tertutup dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membahas langkah strategis mereformasi sistem kesehatan nasional. Pertemuan yang berlangsung di Istana Negara itu fokus pada peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat luas, terutama di daerah terpencil, serta penguatan infrastruktur kesehatan dasar seperti puskesmas dan rumah sakit rujukan.
Dalam diskusi tersebut, Presiden menekankan pentingnya integrasi data kesehatan antar instansi pemerintah untuk mempercepat respons terhadap krisis kesehatan publik. Ia juga meminta agar program jaminan kesehatan nasional diperluas cakupannya, termasuk peningkatan kualitas tenaga medis di wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).
Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan kebijakan baru terkait distribusi obat esensial dan vaksin, serta rencana perekrutan ribuan tenaga kesehatan tambahan dalam dua tahun ke depan. Salah satu inisiatif yang disepakati adalah penggunaan teknologi digital untuk memantau kesehatan masyarakat secara real-time melalui aplikasi terpadu yang terhubung dengan puskesmas dan rumah sakit daerah.
Pertemuan ini menjadi bagian dari serangkaian langkah awal pemerintahan Prabowo dalam mewujudkan visi “Indonesia Sehat 2045”, yang menargetkan penurunan angka kematian ibu dan bayi hingga 50 persen serta peningkatan harapan hidup rata-rata warga menjadi 75 tahun. Kedua tokoh sepakat bahwa reformasi kesehatan harus dimulai dari dasar—dengan memastikan setiap warga negara, tanpa terkecuali, mendapat pelayanan yang layak dan manusiawi.

















